Kukar Gelar Peringatan Hari AIDS Sedunia, Kasus HIV Terus Meningkat
![]()
Inspirasimedia.com,TENGGARONG – Peringatan Hari AIDS Sedunia Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Tahun 2025 berlangsung di Taman Tanjong, Kelurahan Panji, Tenggarong, Minggu (7/12/2025). Acara ini menjadi momentum untuk menyatukan gerakan dalam upaya pencegahan penularan dan penanganan HIV AIDS di Kukar.
Kegiatan yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kukar tersebut mengusung tema “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”. Tema tersebut mencerminkan semangat untuk bangkit dari berbagai hambatan dalam penanggulangan HIV, sekaligus mendorong transformasi kebijakan, strategi, dan kolaborasi lintas sektor guna mencapai target Ending AIDS 2030.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya puncak peringatan tersebut.
Ia menyoroti tren peningkatan kasus HIV AIDS di Kukar dalam empat tahun terakhir. Data menunjukkan jumlah penderita terus bertambah, yakni 325 orang pada 2022, meningkat menjadi 410 orang pada 2023, 428 orang pada 2024, dan mencapai 510 orang pada 2025.
“Jumlah tersebut merupakan hasil screening, dan diperkirakan kasus sesungguhnya lebih besar karena adanya fenomena gunung es,” katanya.
Akhmad Taufik menambahkan bahwa peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian publik terhadap krisis pendanaan global serta pentingnya transformasi program HIV AIDS di tingkat nasional dan daerah. Ia juga menegaskan perlunya kebijakan yang inklusif, berbasis bukti, dan berorientasi hak asasi manusia dalam penanggulangan HIV AIDS.
Ia menyampaikan apresiasi kepada komunitas dan mitra pembangunan yang turut mempertahankan capaian dan memperluas layanan, khususnya bagi populasi kunci, populasi khusus, dan populasi rentan. Dukungan masyarakat juga dinilai penting untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), serta memperkuat solidaritas sosial dan sinergi lintas sektor.
Lebih lanjut, KPAD Kukar akan terus mengintensifkan sosialisasi pencegahan HIV AIDS kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa. Edukasi di sekolah dinilai sangat penting untuk memberikan pemahaman mengenai pola penularan, pencegahan, serta upaya mengurangi stigma terhadap ODHA.
“Kita perlu membangun dan membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS dapat memperkuat imunitas tubuh dan mengurangi risiko penularan melalui kebersihan diri, serta menghindari faktor risiko seperti penggunaan jarum suntik bersama atau obat terlarang,” ujarnya.
Akhmad Taufik menambahkan bahwa praktik seperti pola makan sehat, olahraga teratur, tidak merokok, hingga edukasi mengenai seks aman merupakan bagian dari PHBS yang dapat melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman HIV AIDS. (*)



Tinggalkan Balasan