Tak Hanya Ijazah, Disdikbud Kutim Siapkan Keterampilan bagi Lulusan PKBM dan SKB

Media Redaksi Redaksi
Kabid Paud dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto. (Foto: Dok. inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Pendidikan nonformal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya diarahkan untuk memberikan ijazah kepada peserta didik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim juga mendorong adanya keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto mengatakan, hal tersebut menyasar anak-anak yang putus sekolah, lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan, maupun yang belum pernah bersekolah.

“Keluar dari PKBM dan SKB kita berharap itu selain mendapat ijazah itu juga mendapatkan keterampilan,” kata Heri kepada wartawan saat wawacara doorstop atau wawancara cegat.

Untuk mendukung pengembangan keterampilan tersebut, Disdikbud Kutim mengkolaborasikan pendidikan nonformal dengan lembaga kursus.

Kolaborasi ini berkaitan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Lembaga Kursus yang menjadi bagian dari pendidikan nonformal.

“Kita kolaborasikan di sana. Jadi, ada pendidikan keterampilannya sehingga kita berharap anak-anak yang keluar sudah ada ijazah Paket C-nya itu bisa terampil,” ujarnya.

Heri mengatakan, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak-anak ketika kembali ke masyarakat.

Dengan keterampilan tersebut, ia berharap dapat tumbuh usaha baru di tengah masyarakat.

“Dia memiliki keterampilan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat. Sehingga kita berharap begini, akan tumbuh UMKM-UMKM baru yang itu akan juga menaikkan ekonomi Kutai Timur,” katanya.

Kolaborasi tersebut mulai dilakukan melalui sosialisasi dan advokasi Permendikdasmen Nomor 24 Tahun 2025 tentang Lembaga Kursus.

Dalam kegiatan tersebut, Disdikbud mempertemukan SKB, PKBM, dan lembaga kursus.

Heri menyebut, pertemuan itu menghasilkan komitmen dari SKB, PKBM, maupun lembaga kursus untuk bekerja sama. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini