Mahyunadi Minta Pemuda Kutim Tak Jadi Penonton, Peluang IKN Jadi Sorotan

Media Redaksi Redaksi
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat memberikan sambutan di pelatikan LPDKT Kutai Timur. (Foto: Dok. inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi meminta generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan.

Ia mendorong pemuda mempersiapkan diri agar dapat mengambil peluang dari perkembangan Kalimantan Timur, termasuk dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal itu disampaikan Mahyunadi saat menghadiri pelantikan DPC LPADKT Kutim masa bakti 2026-2030.

Menurutnya, perkembangan Kalimantan Timur perlu diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia.

Karena itu, generasi muda perlu meningkatkan kemampuan agar dapat mengambil peran dalam pembangunan.

“Jangan hanya menjadi penonton, tapi harus menjadi pelaku pembangunan,” kata Mahyunadi.

Ia menyebut pemuda dapat mengambil berbagai peran. Tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga dapat menjadi pengusaha, profesional maupun Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mahyunadi juga meminta organisasi kepemudaan dan adat ikut mengambil bagian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, persiapan tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, keterampilan, kewirausahaan hingga kepemimpinan.

“Pemuda harus kita siapkan, baik dari sisi pendidikan, keterampilan, kewirausahaan maupun kepemimpinan,” ujarnya.

Ia mengatakan Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki posisi yang strategis, terlebih dengan keberadaan IKN.

Karena itu, generasi muda perlu mempersiapkan diri agar tidak hanya menjadi penonton ketika peluang datang.

Menurut Mahyunadi, pemuda harus dapat menjadi bagian dari pembangunan sesuai kemampuan masing-masing.

Ada yang dapat mengambil peran melalui dunia usaha, profesi maupun pemerintahan.

Ia berharap, LPADKT ikut mendorong generasi muda di Kutim agar memiliki kesiapan untuk mengambil peluang tersebut.

“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pelaku,” katanya.

Mahyunadi juga meminta organisasi ikut mengambil bagian dalam peningkatan sumber daya manusia.

Dengan begitu, pemuda tidak hanya memiliki semangat, tetapi juga pendidikan, keterampilan dan kemampuan yang dapat digunakan untuk mengambil peran dalam pembangunan Kutim. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini