Disdikbud Kutim Upayakan Bantuan APBN untuk Lembaga Seni, 17 Proposal Sudah Diverifikasi
![]()
Inspirasimedia.com, SANGATTA – Di tengah efisiensi anggaran yang terjadi di pemerintah daerah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) menghadapi keterbatasan dalam membantu lembaga seni dan lembaga kebudayaan yang ada di daerah.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham mengatakan, salah satu kesulitan yang dihadapi lembaga kesenian berkaitan dengan administrasi kelembagaan.
Administrasi tersebut mulai dari Anggran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), badan hukum, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ketika mengajukan proposal bantuan.
“Mulai dari AD ART-nya, mulai dari badan hukumnya, NPWP-nya, bagaimana membuat RAB-nya ketika melakukan sebuah usulan proposal untuk bantuan,” ujar Ilham saat Bimbingan Teknis Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional, Kamis (10/9/2026).
Ia menjelaskan, bantuan bagi lembaga seni dan kebudayaan tidak hanya tersedia di Kabupaten Kutim, tetapi juga dapat berasal dari pemerintah provinsi maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal itu ditindaklanjuti setelah pihaknya mendapat arahan dari Direktur Jenderal (Dirjen) Sarana dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI) terkait bantuan APBN yang dapat menyasar daerah. Arahan tersebut kemudian disosialisasikan di lingkungan Disdikbud Kutim.
Ilham mengatakan, pihaknya telah memverifikasi 17 proposal dan membawa proposal tersebut ke Jakarta untuk ditindaklanjuti Kementerian Kebudayaan.
“Kemarin sudah kita antar ke Jakarta 17 proposal yang sudah kami verifikasi. Mudah-mudahan ini bisa mendapat respons dari Kementerian Kebudayaan,” jelasnya.
Ia berharap, proposal tersebut dapat ditindaklanjuti dan memberikan bantuan kepada lembaga yang telah mengajukan.
Menurut Ilham, bantuan dari pemerintah pusat menjadi salah satu alternatif karena kondisi efisiensi anggaran membuat daerah tidak memungkinkan hanya mengandalkan APBD.
“Kalau kemudian kita hanya mengandalkan APBD saja tentunya sangat-sangat tidak memungkinkan, ya. Apalagi dengan kondisi efisiensi anggaran yang luar biasa,” ucapnya. (Ls/ADV)



Tinggalkan Balasan