APRI Kutai Timur Minta Pemerintah Revitalisasi Marina TPI Kenyamukan
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) Kutai Timur meminta pemerintah untuk merevitalisasi marina di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kenyamukan, Sangatta.
Marina adalah dok atau pelabuhan khusus dengan tambat dan prasarana untuk kapal atau perahu kecil.
Sebab kondisi marina di Pantai Kenyamukan kian memprihatinkan dan dinilai menghambat aktivitas nelayan serta mengurangi daya tarik wisata di kawasan itu.
Dalam wawancara ekslusif, Ketua DPK APRI Kutai Timur, Husaifa mengungkapkan keprihatinannya terhadap fasilitas di TPI Kenyamukan.
Ia menekankan marina ini bukan hanya tempat sandar kapal nelayan, tetapi juga menjadi lokasi favorit masyarakat, khususnya warga untuk menikmati keindahan laut.
“Kami berharap pemerintah bisa merevitalisasi kembali marina TPI Kenyamukan dengan konsep yang lebih baik dan ramah lingkungan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga Kutai Timur secara maksimal,” ujar Husaifa.
Salah satu persoalan utama di TPI Kenyamukan adalah sedimentasi atau pendangkalan di muara pelabuhan. Kondisi ini menyebabkan kapal-kapal nelayan kesulitan keluar-masuk, terutama karena lalu lintas kapal sangat bergantung pada pasang surut air laut.
“Fungsi utama TPI harus diperhatikan. Jika pendangkalan terus terjadi tanpa solusi, aktivitas bongkar muat nelayan maupun para pemancing akan semakin terganggu,” tegas Husaifa.
Selain permasalahan infrastruktur pelabuhan, Husaifa juga menyoroti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang dikelola PT AKR Corporindo Tbk. SPBN ini, kata dia, seharusnya menyediakan BBM bersubsidi bagi nelayan, namun saat ini tidak beroperasi. Akibatnya, para nelayan kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk melaut.
“SPBN ini sangat penting bagi nelayan. Jika tidak berjalan, tentu berdampak pada biaya operasional mereka. Kami berharap ada solusi konkret dari pemerintah dan pihak terkait agar fasilitas ini dapat kembali berfungsi,” tambahnya.
Husaifa berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani permasalahan marina TPI Kenyamukan. Revitalisasi yang tepat tidak hanya akan mendukung aktivitas nelayan, tetapi juga dapat mengembangkan potensi wisata bagi Kutai Timur. (*)



Tinggalkan Balasan