KNPI Kutim Lantik 30 Relawan Pemuda Siaga Bencana
![]()
Inspirasimedia.com, SANGATTA – Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Kutai Timur (Kutim) mulai digerakkan dari kalangan pemuda.
Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kutim secara resmi melantik 30 relawan Pemuda Siaga Bencana dalam sebuah kegiatan yang digelar di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim.
Pelantikan tersebut dirangkai dengan pembekalan sebagai langkah konkret pemuda dalam mendukung mitigasi dan penanggulangan bencana di daerah yang memiliki potensi risiko tinggi.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPD KNPI Kutim, Agus Kurniady mengatakan, pembentukan relawan ini dilatarbelakangi oleh pengalaman sejumlah bencana yang pernah melanda Kutim, seperti banjir besar di Sangatta Selatan dan Utara pada 2021 serta banjir yang terjadi di Kecamatan Wahau tahun ini.
Ia menegaskan kehadiran relawan diharapkan dapat menjadi mitra aktif pemerintah dan masyarakat dalam penanganan kebencanaan, baik pada fase mitigasi maupun saat tanggap darurat.
“Relawan ini kami siapkan agar mampu membantu korban bencana dan terlibat langsung dalam setiap aktivitas kebencanaan di Kutim,” kata Agus.
Para relawan akan mengikuti pembekalan intensif selama dua hari dengan lima materi utama.
Agus menekankan pentingnya pemahaman kebencanaan serta aspek keselamatan kerja di lapangan agar relawan dapat bertugas secara profesional dan aman.
Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kutim, Akbar Tanjung, yang memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan tanpa pengetahuan dan perencanaan yang matang.
“Bidang kebencanaan harus berbasis ilmu. Kalian harus memahami medan, memiliki bekal yang cukup, dan setiap langkah harus terukur agar tepat sasaran,” ujar Akbar.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, yang mewakili Bupati Kutim.
Dalam arahannya, Basuki mengajak pemuda untuk bersikap proaktif dan tidak menunggu bencana terjadi.
Ia menyampaikan tiga langkah strategis yang perlu dilakukan relawan, yakni melakukan kampanye sosial tentang kepedulian lingkungan ke seluruh kecamatan dan sekolah, melakukan penanaman pohon di lingkungan tempat tinggal, serta menggiatkan gotong royong mitigasi bencana dengan berkoordinasi bersama pemerintah dan pemuda setempat.
“Ciptakan suasana yang harmonis dan rukun antar pemuda. Mari kita dukung program pemerintah dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana,” pungkas Basuki.
Pelantikan ini menjadi awal gerakan pemuda yang lebih terorganisir di Kutim dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (*)



Tinggalkan Balasan