Debut Cabor Pancing di FORNAS, DPK APRI Kutim Patok Target Tiga Medali Emas

Loading

Inspirasimedia.com, SANGATTA — Dewan Pengurus Kabupaten Asosiasi Permancingan Indonesia (DPK APRI) Kutai Timur mengirim dua tim dengan total enam atlet untuk mengikuti Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2025.

Ketua DPK APRI Kutim, Husaifa menjelaskan bahwa APRI merupakan salah satu induk organisasi olahraga (Inorga) yang berada di bawah Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). “KORMI mengadakan event ini setiap dua tahun sekali, dan pada 2025 nanti akan diadakan di NTB. Ini yang kedelapan kalinya,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (23/07/2025).

Husaifa menambahkan, kontingen KORMI Kalimantan Timur mengirim lima tim, dengan dua tim berasal dari Kutai Timur yang mewakili DPK APRI Kutim. “Dari lima tim yang dikirim Kaltim, ada dua tim dari Kutim yang bergabung dalam perwakilan DPP APRI Kaltim,” katanya.

Setiap tim beranggotakan tiga atlet sehingga total enam atlet dari Kutim akan berlaga dalam cabang olahraga memancing. “DPK Kutim mengirimkan dua tim, terbagi menjadi enam atlet,” tambahnya.

Pertandingan memancing akan berlangsung mulai tanggal 29 sampai 31 Juli 2025, dengan kedatangan kontingen dijadwalkan pada 27 Juli dan penutupan FORNAS pada 1 Agustus. “Untuk cabang olahraga APRI sendiri akan bertanding pada tanggal 29, 30, dan 31 Juli,” jelas Husaifa.

Lokasi perlombaan memancing ini diadakan di Gili Terawangan, sebuah pulau di NTB yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata setara Bali. “Gili Terawangan ini seperti Bali-nya NTB, sudah seperti pulau wisata besar, nama tempatnya untuk kompetisi APRI,” ujar Husaifa.

Menurut Husaifa, ini merupakan momen bersejarah karena FORNAS 2025 menjadi kali pertama olahraga memancing dimasukkan sebagai cabang olahraga resmi di bawah naungan KORMI.

“Ini pertama kalinya lomba permancingan diadakan di PORNAS di bawah KORMI. Target kami sejak September 2024 sudah tercapai lebih cepat dari yang diperkirakan,” ujarnya.

Pada FORNAS VIII nanti, cabang olahraga memancing yang dipertandingkan adalah Inshore Fishing menggunakan perahu, dengan enam kategori beregu dan dua nomor individu.

Enam kategori beregu tersebut adalah Trolling Beregu, Popping/Casting Beregu, Jigging Beregu, Total Species Beregu, dan Total Point Beregu. Sedangkan dua nomor individu adalah Ikan Terberat Individu.

“Setiap kategori menuntut strategi dan kemampuan khusus, sehingga kami mempersiapkan atlet dengan matang untuk semua nomor,” kata Husaifa.

Mengenai target prestasi, Husaifa yakin atlet dari Kutim mampu meraih medali emas. “Harapannya kami bisa membawa prestasi terbaik. Dari informasi ketua umum, ada target emas. Kutim punya semangat dan greget yang tinggi untuk meraih itu,” tuturnya.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) APRI Kaltim, Hamdani Hasan mengonfirmasi pihaknya akan memberangkatkan 18 orang, terdiri dari 15 atlet dan tiga ofisial. Kelima belas atlet tersebut dibagi menjadi lima tim yang dipersiapkan untuk tampil maksimal.

“Kami sudah mulai melakukan persiapan sejak diumumkannya NTB sebagai tuan rumah. Persiapan itu bukan hanya teknis, tetapi juga mental dan kekompakan tim,” jelas Hamdani.

Meski cabang memancing di FORNAS 2025 masih berstatus ekshibisi, Hamdani menegaskan hal itu tidak menyurutkan semangat para atlet. “Sebaliknya, ini menjadi momentum awal untuk memperkenalkan olahraga memancing sebagai bagian dari cabang olahraga masyarakat yang potensial dan kompetitif,” katanya.

Jumlah medali yang diperebutkan mencapai 48 keping, terdiri dari 16 medali emas, 16 perak, dan 16 perunggu. Dengan lima tim yang diterjunkan, APRI Kaltim menargetkan minimal tiga medali emas.

“Kami realistis tapi juga optimistis. Target tiga emas itu bukan sekadar angka, tapi berdasarkan evaluasi dari sejumlah event regional yang sudah kami ikuti sebelumnya,” ujar Hamdani.

Sebelumnya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman melepas kontingen resmi daerah yang akan berlaga di FORNAS VIII di Pendopo Rujab Kutim. Ia berharap para atlet tampil percaya diri, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“FORNAS ini bukan hanya kompetisi, tetapi ajang silaturahmi dan pemersatu bangsa melalui olahraga berbasis budaya dan tradisi. Bertandinglah dengan hati, jangan pernah takut kalah, karena setiap langkah kalian di arena adalah kemenangan bagi Kutai Timur,” kata Ardiansyah.

Kontingen Kutim akan bersaing dalam 16 cabang olahraga rekreasi, mulai dari ketapel, belogo, gasing, sumpit, hingga senam dan panco, yang menggambarkan kekayaan budaya dan tradisi lokal. Mereka akan bergabung dengan kontingen besar Kalimantan Timur, bersatu dalam misi memperkenalkan olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa.

FORNAS VIII diperkirakan diikuti oleh 15.000 hingga 40.000 peserta dari seluruh Indonesia. Sebanyak 72 induk organisasi olahraga (Inorga) akan berlaga, ditambah 13 inorga eksibisi dan tiga undangan khusus dari Gubernur NTB.

Di tengah keragaman itu, Kutim mengusung semangat khas: kolaboratif, solid, dan menjunjung tinggi rekreasi sebagai ruang ekspresi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini