Imbas Aksi Nasional, Pemkot Balikpapan Panggil Grab dan Gojek Terkait Fitur Promosi

(Foto: Istimewa)

Loading

BALIKPAPAN – Gelombang protes pengemudi Ojek Online (Ojol) yang memanas di Jakarta ikut memberi dampak ke daerah.

Dampak ini terjadi setelah ribuan driver menggelar demonstrasi besar-besaran di sekitar Istana Merdeka, Senin (21/7/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memanggil dua aplikator besar, Grab dan Gojek untuk dimintai klarifikasi terkait kebijakan promosi yang dinilai merugikan pengemudi.

Pemanggilan ini dilakukan oleh Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan menyusul tenggat tujuh hari yang diberikan usai rapat mediasi pada pekan lalu.

Dalam rapat tersebut, perusahaan aplikator diminta menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Wali Kota agar menghapus fitur promosi seperti “paket hemat” yang disebut menurunkan pendapatan mitra.

“Kesepakatannya jelas, aplikator wajib mematuhi SE Wali Kota dan menghapus fitur promosi yang merugikan. Kami beri waktu tujuh hari sejak rapat Jumat lalu, dan hari ini mereka kami panggil untuk klarifikasi,” ucap Kepala Dishub Balikpapan, Fadli Fathurrahman.

Ia menjelaskan, langkah ini diambil untuk meredam keresahan mitra pengemudi yang sempat melakukan unjuk rasa di Kantor Wali Kota pada Mei lalu.

“Kami ingin ada solusi yang adil. Tarif harus berpihak kepada pengemudi, dan promosi tidak boleh mematikan pendapatan mereka,” tegasnya.

Sekretaris Satpol PP Balikpapan, Izmir Novian Hakim menambahkan pemanggilan ini merupakan bagian dari penegakan aturan sesuai kesepakatan.

Jika aplikator tidak hadir atau mengabaikan ketentuan, sanksi tegas akan diberikan.

“Kalau panggilan pertama tidak dipenuhi, akan ada panggilan kedua dan ketiga. Kalau tetap mangkir, kami keluarkan surat teguran SP1 sampai SP3. Jika tidak juga ditindaklanjuti, maka kantor aplikator akan kami segel sesuai hasil rapat bersama DPRD,” ujarnya.

Ia berharap aplikator kooperatif sehingga tidak perlu ada langkah ekstrem.

“Kami tidak ingin sampai ada penyegelan, tapi aturan harus ditegakkan. Semua pihak sudah sepakat, jadi jangan diabaikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, isu tarif dan promosi ini juga menjadi pemicu aksi besar-besaran driver ojol di Jakarta.

Mereka menuntut kebijakan yang lebih adil dari aplikator, sejalan dengan aspirasi yang juga disuarakan oleh pengemudi di daerah, termasuk Balikpapan. (BI/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini