Kutim Dorong Energi Terbarukan Berbasis Komunitas di Pulau Miang dan Tepian Terap
![]()
inspirasimedia.com,SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas di desa-desa terpencil.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menyebut, pemanfaatan energi hijau menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
“Desa terpencil seperti Tebian Terap kini sudah memanfaatkan listrik dari tenaga mikrohidro. Ini cukup signifikan, sekitar 400 rumah menikmati listrik yang dikelola oleh Bumdes setempat,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, sistem listrik tenaga air ini ramah lingkungan, efisien, dan mampu melayani kebutuhan warga tanpa harus bergantung sepenuhnya pada PLN.
“Ini adalah solusi lokal yang dapat diterapkan di desa-desa lain. Warga pun bisa mendapatkan listrik dengan biaya terjangkau,” kata Bupati.
Sementara itu, Desa Pulau Miang memanfaatkan PLTS komunal. Bupati Ardiansyah mengakui kapasitas listrik di desa ini masih perlu ditingkatkan karena tingginya permintaan dari masyarakat dan aktivitas wisata.
“Pelombiang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Aktivitas masyarakat dan usaha lokal membutuhkan listrik yang lebih banyak,” ujarnya.
Bupati Ardiansyah juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengawasi pemeliharaan sistem energi terbarukan, termasuk perbaikan dan penggantian baterai PLTS.
“Jika dikelola dengan baik, listrik berbasis komunitas ini bisa menjadi model bagi desa-desa lain di Kutim,” jelasnya.
Selain itu, potensi energi terbarukan lain, seperti biomassa dari perusahaan sawit, juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat.
“Kita memiliki modal cukup besar, termasuk dari BMA dan beberapa perusahaan lain yang memiliki akses daya lebih. Ini harus dimanfaatkan untuk desa terpencil,” katanya.
Bupati Ardiansyah menambahkan, energi terbarukan ini tidak hanya untuk rumah tangga, tetapi juga mendukung UMKM, industri kreatif, dan kegiatan ekonomi lokal.
“Dengan energi terbarukan, kita mendorong kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada BBM atau jaringan PLN yang jauh,” tegasnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemetaan desa-desa yang memiliki potensi energi terbarukan agar bisa segera dimanfaatkan.
“Ini bagian dari visi Kutim menuju desa terang dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” pungkas Bupati Ardiansyah Sulaiman.(Adv)



Tinggalkan Balasan