Disdukcapil Kutim Dorong Optimalisasi Layanan Jemput Bola Hingga Pelosok Daerah
![]()
Inspirasimedia.com,SANGATTA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperluas jangkauan layanan jemput bola ke berbagai pelosok wilayah. Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan dokumen kependudukan tanpa hambatan jarak.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menegaskan bahwa jemput bola merupakan wujud nyata pelayanan langsung kepada masyarakat. “Kami turun ke lapangan, bukan menunggu masyarakat datang. Prinsipnya, pelayanan harus aktif dan menjangkau semua,” tegasnya.
Ia menjelaskan, layanan jemput bola meliputi perekaman KTP-el, penerbitan kartu keluarga, akta kelahiran, hingga dokumen pindah datang penduduk. “Semua bisa diurus di lokasi kegiatan, termasuk pencetakan dokumen langsung,” tambahnya.
Menurut Jumeah, program ini menyasar daerah-daerah terpencil yang masih terkendala akses transportasi atau jaringan internet. “Kami tidak ingin ada warga yang belum memiliki identitas hanya karena tinggal jauh dari pusat layanan,” ujarnya.
Kegiatan jemput bola dilakukan bekerja sama dengan pihak kecamatan dan desa. “Koordinasi dengan pemerintah setempat sangat penting agar pelaksanaannya berjalan lancar,” jelasnya.
Selain itu, Disdukcapil juga menggandeng sekolah-sekolah untuk melayani perekaman data bagi siswa yang telah berusia 17 tahun. “Kami ingin memastikan anak-anak muda memiliki dokumen kependudukan sejak dini,” terang Jumeah.
Ia menambahkan, tim lapangan selalu dilengkapi perangkat portabel agar layanan dapat diberikan secara maksimal. “Kami gunakan alat perekaman mobile dan printer khusus yang bisa dibawa ke mana saja,” katanya.
Meski demikian, Jumeah mengakui ada sejumlah kendala teknis seperti cuaca ekstrem dan kondisi listrik di lokasi. “Namun hal itu tidak menyurutkan semangat tim kami untuk tetap melayani,” ujarnya.
Program jemput bola juga menjadi bagian dari misi Kutim menuju pelayanan publik inklusif dan merata. “Tidak boleh ada warga yang tertinggal dari hak administrasi kependudukan,” tegasnya.
Ke depan, Disdukcapil akan menjadwalkan kunjungan rutin ke semua kecamatan setiap triwulan. “Dengan sistem terencana, layanan bisa lebih teratur dan terukur hasilnya,” jelasnya.
Jumeah menegaskan bahwa pelayanan jemput bola bukan sekadar kegiatan, tetapi bentuk pengabdian aparatur kepada masyarakat. “Kami hadir untuk melayani, bukan dilayani,” pungkasnya.(Adv)



Tinggalkan Balasan