Pulung Sari Berseri, Tiga Fasilitas Diresmikan Sekali Hari

Desa Pulung Sari di Kecamatan Rantau Pulung menandai kebangkitan baru lewat peresmian tiga fasilitas publik oleh Bupati Kutai Timur. Kantor desa, balai desa, dan gedung PAUD kini berdiri tegak sebagai simbol pelayanan dan harapan.
Media Redaksi Redaksi

Loading

Rantau Pulung — Pagi itu, suasana Desa Pulung Sari berbeda dari biasanya. Sejak matahari belum tinggi, warga telah bersiap menyambut tamu istimewa. Hidangan tradisional disusun rapi, para tokoh masyarakat berdiri di tepi jalan, menyambut Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman dan istri, Ny Hj Siti Robiah, yang datang meresmikan tiga fasilitas publik sekaligus.

Peresmian kantor desa, balai desa, dan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dilakukan dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kutim Hj Siti Robiah, Staf Ahli Bupati Hj Sulastin, Kadisdikbud Mulyono, Camat Rantau Pulung Tristiningsih, jajaran Forkopimcam, serta Kepala Desa Pulung Sari Sarwoto.

Bagi warga, peresmian ini bukan sekadar seremoni. Mereka menyambutnya sebagai awal baru bagi pelayanan dan pembangunan desa. Bupati Ardiansyah dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik hingga ke pelosok.

“Semoga gedung ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadi pusat aktivitas warga yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan sejak usia dini sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Pemerintah telah menetapkan usia pendidikan 13 tahun, dimulai dari PAUD. Ardiansyah menyayangkan rendahnya partisipasi anak-anak Kutim di perguruan tinggi lokal seperti STIPER dan STAIS, yang masih didominasi mahasiswa dari luar daerah.

“Padahal kita punya Baznas yang sudah memfasilitasi 50 pelajar belajar ekonomi syariah gratis di Depok,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga mengungkapkan bahwa alokasi dana desa terus ditingkatkan. Dana untuk setiap RT yang sebelumnya hanya Rp50 juta, kini naik menjadi Rp250 juta.

“Gunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan warga,” pesannya.

Kepala Desa Pulung Sari, Suwoto, menyampaikan bahwa fasilitas baru ini akan memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Dengan ruang yang lebih luas dan fasilitas yang lengkap, ia optimistis pelayanan akan lebih cepat, nyaman, dan transparan. Ia juga mengusulkan pembangunan lanjutan seperti masjid dan ambulans desa, mengikuti jejak desa lain di Rantau Pulung.

Camat Tristiningsih menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyebut bahwa pembangunan fisik harus diiringi penguatan spiritualitas.

“Cara terbaik kita mensyukuri pembangunan ini adalah dengan memperkuat spiritualitas, salah satunya lewat tausiah oleh Hj Kharisma Yogi Noviana dari Madiun,” ujarnya.

Tiga bangunan yang kini berdiri di jantung desa bukan hanya simbol kemajuan, tetapi juga harapan. Harapan akan pelayanan publik yang lebih baik, pendidikan anak usia dini yang lebih terjangkau dan berkualitas, serta ruang sosial yang inklusif.

Peresmian ini menjadi penanda bahwa Pulung Sari tengah menapaki jalan panjang menuju desa yang mandiri, tangguh, dan sejahtera. Pemerintah menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya soal beton dan atap, tetapi tentang harapan dan martabat warga.(ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini