Air Kemasan Sangattaqua, Mengemas Mata Air Lokal dalam Persaingan Nasional

Pasca peluncuran, Sangattaqua terus memperluas pangsa pasar. Didukung kebijakan wajib beli Pemkab Kutim, produk AMDK lokal ini bukan sekadar pilihan minum, melainkan simbol kemandirian ekonomi daerah.
Media Redaksi Redaksi

Loading

Sangatta — Beberapa bulan setelah resmi diluncurkan, produk air minum dalam kemasan (AMDK) lokal Sangattaqua menunjukkan perkembangan pesat. Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui kebijakan wajib beli di lingkungan pemerintah daerah menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat posisinya di pasar.

Kebijakan yang dicanangkan langsung oleh Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman bukan sekadar langkah simbolis. Ia menegaskan bahwa strategi ini adalah fondasi untuk membangun kemandirian ekonomi daerah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim. “Komitmen kami tegas, pemerintah daerah wajib membeli dan menggunakan Sangattaqua. Ini bentuk nyata dukungan kita pada produk anak negeri sendiri,” ujarnya.

Sebagai produk unggulan Perumdam TTB, Sangattaqua menandai pergeseran strategis dari orientasi layanan publik menuju orientasi bisnis yang sehat. Inovasi ini diyakini akan menjadi kontributor baru bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ini bagian dari inovasi Perumdam untuk meningkatkan pendapatannya, yang pada akhirnya masuk ke PAD dan kembali membangun daerah,” jelas Ardiansyah.

Tak hanya instansi pemerintah, Pemkab Kutim juga mendorong perusahaan swasta di wilayahnya untuk turut menjadi konsumen utama Sangattaqua. Langkah ini diharapkan menciptakan ekosistem bisnis yang kuat, di mana produk lokal menjadi tulang punggung perputaran ekonomi Kutim.

Memasuki kuartal terakhir 2024, fokus Perumdam TTB adalah meningkatkan kapasitas distribusi dan menjangkau pasar retail yang lebih luas. Targetnya, Sangattaqua hadir di rak toko modern maupun warung tradisional. “Di tengah persaingan pasar AMDK yang ketat, kehadiran Sangattaqua adalah bukti kita siap bersaing. Kami ingin masyarakat punya kebanggaan dan pilihan untuk mengonsumsi produk lokal berkualitas,” tegas Bupati.

Ke depan, Pemkab Kutim menargetkan kontribusi Perumdam TTB terhadap PAD meningkat signifikan. Skema setoran BUMD yang optimal bersama DPRD terus dibahas untuk memastikan keberlanjutan bisnis ini.

Dengan kombinasi dukungan struktural, ekspansi pasar, dan semangat membeli produk lokal, Sangattaqua tidak sekadar merek baru. Ia telah bertransformasi menjadi simbol kebangkitan ekonomi daerah dan bukti nyata bahwa BUMD mampu menjadi pionir kemandirian ekonomi.(ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini