Beton Sekurau Hidupkan Akses Bengalon, Kobexindo Cement: Bukti Komitmen Kami!

Jalan beton 5 kilometer di Desa Sekerat bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah simbol kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam membangun akses yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Media Redaksi Redaksi

Loading

Bengalon – Di bawah terik matahari pesisir, langkah Bupati Kutai Timur (Kutim) H. Ardiansyah Sulaiman tetap tegap menelusuri jalan beton yang baru diresmikan di Dusun Sekurau, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon. Jalan sepanjang 5 kilometer hasil program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Kobexindo Cement itu kini resmi menjadi urat nadi baru bagi warga setempat.

Peresmian yang digelar itu tak hanya menandai selesainya proyek infrastruktur vital, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi nyata PT Kobexindo Cement,” ujar Bupati Ardiansyah dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Desa Sekerat merupakan salah satu desa tua di Bengalon, dengan jalan utama yang sudah lama menjadi jalur penghubung utama masyarakat untuk aktivitas harian. Jalan itu sebelumnya dibangun menggunakan anggaran daerah, namun rusak akibat aktivitas kendaraan berat milik perusahaan.

“Pak Kades kami minta menyuarakan kepentingan warganya kepada perusahaan. Alhamdulillah, disambut baik oleh manajemen,” tutur Ardiansyah.

Menanggapi hal itu, manajemen PT Kobexindo Cement melalui program CSR-nya menyetujui pembangunan ulang ruas jalan yang rusak. Perusahaan melakukan pengecoran penuh agar jalan lebih kuat dan nyaman digunakan warga.

“Jalan yang diresmikan hari ini menjadi bukti nyata komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama PT Kobexindo Cement Regional Indonesia, Wang Jian Wei.

Kepala Desa Sekerat Sunandika turut mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada perusahaan.

“CSR ini bukan hanya bentuk bantuan, tapi juga wujud nyata dari komitmen perusahaan membangun daerah tempat mereka beroperasi,” ujarnya.

Meski baru 5 kilometer dari total 23 kilometer jalan yang membutuhkan perbaikan, manfaatnya sudah terasa nyata. Warga kini lebih mudah mengakses lahan pertanian, sekolah, dan pasar. Sebelumnya, ketika hujan turun, jalan berubah menjadi lumpur tebal yang menyulitkan mobilitas masyarakat.

Suasana peresmian semakin meriah karena digelar bertepatan dengan Festival Sekerat Nusantara 2025. Momentum ini mempertegas pesan bahwa pembangunan infrastruktur dan penguatan budaya lokal dapat berjalan seiring.

Bupati Ardiansyah berharap kolaborasi seperti ini menjadi contoh bagi perusahaan lain yang beroperasi di Kutim.

“Pembangunan bukan hanya soal proyek pemerintah, tapi tentang kemitraan yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Kini, beton jalan Sekurau bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah simbol nyata dari gotong royong lintas sektor, yang menghubungkan harapan warga pesisir Kutim menuju masa depan yang lebih baik — dari industri yang bertanggung jawab hingga masyarakat yang berdaya. (ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini