Akreditasi Utama, Labkesda Kutim Jadi Tulang Punggung Kesehatan dan PAD
![]()
Sangatta – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kutai Timur (Kutim) mencatat capaian penting dengan meraih Akreditasi Utama dari Kementerian Kesehatan RI melalui Lembaga Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia (LASKESI). Pengakuan ini menjadi bukti bahwa sistem layanan, manajemen, dan sumber daya Labkesda telah memenuhi standar nasional.
Namun di balik prestasi tersebut, Kepala UPT Labkesda Kutim, Gregorius Gebo, menilai potensi lembaganya sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum tergarap maksimal. Ia menegaskan perlunya peningkatan pemanfaatan layanan laboratorium oleh masyarakat dan sektor swasta agar Labkesda dapat berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi daerah.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Tapi akreditasi akan lebih bermakna jika masyarakat dan perusahaan melihat Labkesda sebagai laboratorium rujukan utama,” ujar Gregorius.
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Labkesda sejatinya memegang peran strategis dalam menopang sektor kesehatan dan ekonomi daerah. Beragam layanan tersedia, mulai dari pemeriksaan laboratorium klinik, analisis kesehatan lingkungan, hingga diagnosis penyakit menular. Sayangnya, belum banyak perusahaan di Kutim yang rutin memanfaatkan jasa Labkesda, seperti pemeriksaan kesehatan karyawan atau uji kualitas lingkungan kerja.
“Kalau perusahaan-perusahaan di Kutim rutin melakukan medical check-up atau pengujian lingkungan ke Labkesda, potensi PAD bisa sangat signifikan. Sayangnya, belum banyak yang melirik ke arah itu,” jelas Gregorius.
Tantangan lain adalah minimnya tenaga analis laboratorium. Saat ini, Labkesda hanya diperkuat oleh empat analis, jauh di bawah kebutuhan ideal sebanyak 16 orang. “Kami sudah beberapa kali mengajukan formasi tambahan ke Dinas Kesehatan dan BKPSDM. Tapi belum ada realisasi. Padahal ini sangat mendesak untuk menunjang operasional dan menjaga kualitas layanan,” katanya.
Gregorius juga menyinggung peran Labkesda dalam masa darurat kesehatan. Pada puncak pandemi COVID-19, Labkesda menjadi ujung tombak pelayanan diagnostik dan pengujian swab PCR. Peristiwa itu menjadi cermin betapa vitalnya laboratorium kesehatan yang siaga dan andal dalam merespons krisis.
Tak hanya sumber daya manusia, faktor aksesibilitas pun masih menjadi persoalan. Jalan menuju lokasi Labkesda sering kali menjadi kendala, terutama saat musim hujan. “Kami juga berharap ada perhatian untuk peningkatan akses jalan. Saat hujan, jalan menuju Labkesda licin dan berlumpur. Ini menyulitkan masyarakat yang ingin berobat atau memeriksakan diri,” ungkapnya.
Di penghujung perbincangan, Gregorius mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memperkuat posisi Labkesda. “Labkesda bukan hanya hadir saat situasi damai, tapi juga menjadi garda terdepan saat kondisi genting. Sudah saatnya kita semua memandangnya sebagai investasi penting untuk masa depan Kutai Timur,” pungkasnya.
Untuk diketahui, berdasarkan Permenkes Nomor 34 Tahun 2022 tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan, akreditasi terbagi dalam empat tingkatan: Dasar, Madya, Utama, dan Paripurna. Labkesda Kutim kini berada di tingkat Utama, menandakan kualitas layanan yang sudah memenuhi sebagian besar standar nasional. (ADV/ProkopimKutim/IM)



Tinggalkan Balasan