Kutai Timur Dorong Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Anak Usia Dini
![]()
Inspirasimedia.com,SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong integrasi kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini disampaikan oleh Heri Purwanto, Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, dalam upaya membangun pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan kondisi lingkungan anak.
Menurut Heri, pendekatan ini dilakukan agar anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu secara umum, tetapi juga memahami budaya, lingkungan, dan potensi lokal di sekitar mereka.
“Kearifan lokal harus menjadi bagian dari pembelajaran. Misalnya, anak-anak di daerah perkebunan sawit diajarkan tentang proses budidaya sawit, manfaatnya, dan bagaimana memanfaatkannya sebagai media belajar,” ujarnya.
Selain itu, Heri menekankan pentingnya memanfaatkan bahan-bahan lokal sebagai alat belajar kreatif. “Di lingkungan kebun, misalnya, daun atau tangkai singkong bisa digunakan untuk anyaman atau mainan edukatif seperti wayang. Hal ini membuat anak-anak lebih dekat dengan lingkungan mereka sambil belajar keterampilan praktis,” tambahnya.
Program ini juga menekankan pemahaman budaya setempat. Anak-anak di setiap daerah belajar sesuai adat dan kebiasaan lokal mereka. Contohnya, anak-anak di Wahau diperkenalkan dengan upacara adat Long Plai, sehingga pembelajaran menjadi relevan dan tidak asing bagi mereka.
Heri menegaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan kurikulum merdeka yang diterapkan di Kutai Timur. “Kurikulum merdeka memberi kebebasan bagi sekolah untuk mengangkat tema-tema lokal dalam pembelajaran. Konteks lingkungan dan budaya anak menjadi fokus utama sehingga proses belajar lebih bermakna,” katanya.(Adv)



Tinggalkan Balasan