Program MBG Kutim Hadirkan SPPG, Siapkan Generasi Emas Lewat Pangan Sehat

Peluncuran SPPG APT Pranoto menjadi tonggak penting program Makan Bergizi Gratis di Kutim, memastikan anak-anak sekolah dasar mendapat santapan sehat, higienis, dan bergizi seimbang demi mencegah stunting dan menyiapkan generasi emas 2045.
Media Redaksi Redaksi

Loading

Sangatta – Di tengah maraknya kasus keracunan makanan yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memilih melangkah hati-hati namun pasti. Lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kutim menegaskan komitmennya menghadirkan santapan sehat, higienis, dan bergizi seimbang bagi anak-anak sekolah dasar. Wujud konkret dari komitmen ini tampak pada peluncuran Satuan Pemenuhan Pangan Bergizi (SPPG) APT Pranoto, yang diresmikan oleh Wakil Bupati Kutim H. Mahyunadi, beberapa waktu lalu.

SPPG APT Pranoto menjadi pilot project pelayanan MBG di Kecamatan Sangatta Utara. Sebanyak 1.812 siswa di empat sekolah, termasuk TK Starkid dan SD Star Generation, menjadi penerima manfaat. Program ini tidak sekadar memastikan anak-anak mendapatkan makanan gratis, tetapi juga menjamin kualitas dan kandungan gizi seimbang yang menunjang tumbuh kembang mereka.

Peluncuran SPPG turut disaksikan oleh Komandan Kodim 0909/Kutim Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto beserta jajaran Forkopimda. Kehadiran para pemangku kepentingan itu memperkuat pesan penting bahwa penyediaan makanan bergizi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang membangun generasi emas 2045.

Wakil Bupati Mahyunadi menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh terhadap aspek higienitas dan kualitas nutrisi dalam setiap menu yang disajikan.

“Setelah melakukan room tour di SPPG APT Pranoto kami melihat bahwa mereka telah menerapkan prosedur yang ketat dan transparan dari hulu ke hilir sampai ke siswa,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, program MBG dirancang bukan hanya untuk mengenyangkan perut, tetapi juga menumbuhkan kualitas generasi muda dengan gizi seimbang.

“Kita ingin anak-anak Kutim tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Inilah fondasi penting untuk melahirkan generasi emas yang siap bersaing di masa depan. Program MBG ini harus dibarengi dengan evaluasi secara berkala untuk mencegah hal-hal yang merugikan kesehatan siswa,” tegasnya.

Pelaksanaan program ini melibatkan Yayasan Perisai Amanah Mandiri, mitra resmi Badan Gizi Nasional (BGN). Ketua yayasan, Niko, menjelaskan bahwa seluruh rantai produksi makanan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, mengikuti standar keamanan pangan dan SOP higienis.

“Pemilihan bahan dilakukan bersama pemasok terverifikasi yang memenuhi standar keamanan dan kebutuhan gizi. Proses pengolahan dilakukan tenaga terlatih sesuai pedoman sanitasi, termasuk pengecekan suhu masak dan kebersihan alat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengiriman makanan dilakukan dengan wadah tertutup, jadwal teratur, dan pengawasan ketat. Evaluasi juga dilakukan setiap hari di tingkat sekolah bersama Dinas Kesehatan dan orang tua.

“Dengan prosedur ini kami bertanggung jawab memastikan program tidak hanya bergizi, tetapi juga aman demi mencegah stunting dan mewujudkan generasi emas Kutim,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SPPG APT Pranoto Dinand Perdana menegaskan pentingnya disiplin dalam pengelolaan makanan. Ia mengingatkan agar makanan bergizi gratis tidak dibawa pulang oleh siswa.

“Durasi ketahanan makanan maksimal hanya enam jam setelah proses masak. Jadi, paling lambat sebelum pukul 15.00 WITA makanan harus sudah dikonsumsi di sekolah,” ujarnya.

Program MBG Kutim kini menjadi percontohan baru bagi daerah lain di Kalimantan Timur. Lebih dari sekadar memberi makan, pemerintah daerah membangun sistem pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Melalui tangan-tangan terampil di dapur SPPG, masa depan anak-anak Kutim sedang disiapkan, satu piring bergizi pada satu waktu. (ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini