Komitmen 20 Persen APBD, Bupati Ardiansyah: Tak Ada Alasan Orang Tua Sebut Sekolah Mahal

Loading

Inspirasimedia.com,SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa komitmen terhadap dunia pendidikan tidak sekadar wacana. Dengan alokasi anggaran pendidikan yang konsisten mencapai 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Kutim menjamin ketersediaan fasilitas penunjang gratis bagi siswa hingga insentif bagi tenaga pengajar.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dalam keterangannya baru-baru ini menekankan bahwa pendidikan adalah hak asasi dan komponen utama dalam mengukur kemajuan daerah. Ia mengingatkan bahwa mandat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tahun 2003 terkait alokasi 20 persen anggaran telah dijalankan Kutim sejak lama, bahkan saat dirinya masih menjabat di legislatif pada periode 2005-2009.

“Sejak tahun 2008, kita sudah menggelontorkan 20 persen anggaran itu. Saat ini, dengan meningkatnya APBD Kutai Timur, kita terus memberikan yang terbaik untuk meningkatkan pelayanan pendidikan,” ujar Ardiansyah.

Implementasi anggaran tersebut diwujudkan dalam bentuk bantuan perlengkapan sekolah secara menyeluruh. Ardiansyah menegaskan, pemerintah telah menyiapkan seragam, tas, hingga buku paket bagi para siswa. Langkah ini diambil untuk memangkas beban ekonomi wali murid sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena masalah biaya.

“Logikanya adalah tidak ada lagi orang tua yang berpikir, ‘Ah, sekolah itu mahal’. Jika kebutuhan baju, tas, dan buku sudah kita siapkan, seharusnya orang tua tidak lagi terbebani,” tegasnya.

Selain fokus pada peserta didik, Pemkab Kutim juga menaruh perhatian serius pada kesejahteraan tenaga pendidik, termasuk guru swasta. Sejak tahun 2022-2023, pemerintah daerah telah memberikan insentif bagi guru-guru di sekolah swasta. Kebijakan ini diambil agar para guru tetap semangat mengajar tanpa harus membebankan biaya operasional yang tinggi kepada siswa atau orang tua murid melalui iuran sekolah (SPP).

“Kita ingin guru swasta semangat bekerja tanpa membebani siswa. Jika fasilitas sudah siap dan guru sejahtera, maka kualitas sumber daya manusia di Kutim akan terus meningkat,” pungkas Ardiansyah.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini