HKN 2025 di Kaliorang: Kolaborasi Sehat untuk Kutim Kuat

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 di Kaliorang menjadi momentum gotong royong membangun kesadaran hidup sehat, mulai dari edukasi pencegahan Tuberkulosis (TBC) hingga gerakan Desa Stop Buang Air Besar (BAB) Sembarangan yang sukses meraih status ODF. Semangat kesehatan terlihat mengalir dari warga, tenaga medis, hingga para pemangku kebijakan.
Media Redaksi Redaksi

Loading

KALIORANG — Suasana halaman Puskesmas Kaliorang beberapa waktu lalu tampak begitu hidup. Ratusan warga berdatangan sejak pagi, sebagian antre di stan pemeriksaan kesehatan gratis, sementara lainnya menyimak penyuluhan tentang pola hidup bersih. Peringatan HKN tahun ini terasa berbeda: lebih dekat dengan masyarakat, lebih menyentuh, dan penuh energi perubahan.

Salah satu sesi paling menggugah datang dari Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutim, Ny Hj Siti Robiah. Dengan suara lembut tapi tegas, ia mengajak warga untuk mengenali gejala TBC dan tidak takut memeriksakan diri.

“TBC bisa disembuhkan, dan obatnya gratis di seluruh puskesmas. Jangan takut periksa. Semakin cepat diketahui, semakin cepat sembuh,” ujar Siti Robiah.

Ia menjelaskan gejala yang kerap dianggap sepele, seperti batuk lebih dari dua minggu, demam malam hari, dan penurunan berat badan. Ia menegaskan bahwa penderita TBC tidak boleh dikucilkan, tetapi perlu didukung untuk berobat hingga tuntas.

“Kalau menemukan tetangga atau keluarga dengan gejala seperti itu, jangan dijauhi. Ajak mereka berobat. TBC bukan aib,” katanya.

HKN 2025 di Kaliorang juga menjadi panggung untuk merayakan langkah penting desa dalam menjaga kesehatan lingkungan. Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman menyerahkan sertifikat kepada salah satu desa yang meraih predikat Open Defecation Free (ODF) atau Desa Bebas Buang Air Besar sembarangan.

“Desa ODF menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: kebersihan lingkungan,” ucap Bupati Ardiansyah.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa membangun kesehatan bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga kesadaran bersama.

“Kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi kesadaran kita menjaga hidup sehat,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan HKN juga diisi donor darah yang diikuti tenaga medis, ASN, dan masyarakat. Aksi kemanusiaan itu menggugah semangat kebersamaan.

“Setetes darah sangat berarti,” ujar seorang petugas medis Puskesmas Kaliorang.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menekankan bahwa rangkaian HKN di Kaliorang merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan, PPTI, serta organisasi profesi kesehatan seperti IDI, PPNI, IBI, PDGI, IAI, PERSAGI, dan HAKLI. Dukungan perusahaan tambang dan perkebunan di sekitar wilayah tersebut juga memperkuat pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Ketua Panitia HKN 2025 dr Faturahman menyebut Puskesmas Kaliorang dipilih sebagai lokasi utama karena dinilai aktif menjalankan program kesehatan masyarakat dan berada di titik strategis yang mudah dijangkau dari kecamatan sekitar.

Momentum HKN 2025 di Kaliorang menegaskan bahwa kesehatan adalah kerja bersama. Dari edukasi TBC hingga gerakan stop BAB sembarangan, perubahan dimulai dari kesadaran warga. Semangat itulah yang menjadi penopang Kutim menuju masyarakat yang lebih kuat dan lebih sehat. (ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini