Menyesuaikan Kondisi Keuangan, Bupati Kutim Jelaskan Alasan Program Multi Years Tidak Dilaksanakan Sekaligus
![]()
Inspirasimedia.com,SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pelaksanaan program Multi Years (MY) tidak dapat dilakukan sekaligus selama tiga tahun penuh. Hal ini disebabkan oleh kondisi keuangan daerah yang harus dijaga agar tidak mengganggu program pembangunan lainnya.
Menurut Bupati, skema MY yang saat ini dibagi ke dalam dua tahap merupakan langkah realistis dalam menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan kemampuan fiskal pemerintah daerah. Ia menyebutkan bahwa pembagian periode kerja hanya dilakukan untuk menyesuaikan pendapatan daerah yang tersedia.
“Kenapa tidak sekaligus tiga tahun? Karena kalau dikerjakan sekaligus itu menumpuk dananya, sehingga bisa mempengaruhi kegiatan yang lain,” ujar Ardiansyah menjelaskan. Ia menambahkan bahwa prioritas pembangunan tetap berjalan, namun harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran agar tidak terjadi ketimpangan dalam pembiayaan proyek lain yang juga penting.
Program MY di Kutai Timur saat ini dirancang dalam dua bagian. Tahap pertama mencakup periode 2026–2027, sementara tahap kedua direncanakan pada 2028–2029. Skema ini, kata Bupati, telah disiapkan dan dikaji secara matang, namun pelaksanaannya tetap membutuhkan kesepakatan bersama agar seluruh pihak memahami alasan pembagiannya.
Ardiansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen menuntaskan proyek-proyek strategis melalui pola MY, tetapi pelaksanaannya harus mengedepankan prinsip kehati-hatian fiskal. “Kita menyesuaikan dengan keuangan kita. Ini penting supaya pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu program lainnya,” tegasnya.
Dengan pembagian dua tahap, Pemkab Kutim berharap pelaksanaan proyek MY dapat berlangsung optimal, terukur, dan tidak memberatkan APBD. Pemerintah memastikan bahwa seluruh proses tetap diarahkan pada upaya pemerataan pembangunan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Kutai Timur.(Adv)



Tinggalkan Balasan