Talk Show Serba-Serbi Mondok Santri, Memberi Nilai Positif Bagi Dunia Pendidikan

Semangat santri dan dunia pendidikan kembali bergairah melalui panggung inspiratif yang mempertemukan pelajar, pendidik, dan tokoh agama dalam satu ruang edukasi yang hangat.
Media Redaksi Redaksi

Loading

SANGATTA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Mulyono, mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman secara resmi membuka kegiatan Talk Show Serba-Serbi Mondok Santri dan Jejak Peradaban Islam yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Pesantren MBS (Muhammadiyah Boarding School) Putri Kutim.

Dalam sambutannya, Mulyono menyampaikan syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap rangkaian acara dapat memberi nilai positif bagi kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter pelajar di Kutim.

“Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena pada hari ini bisa hadir di tempat ini dalam rangka memperingati Hari Santri. Mudah-mudahan kegiatan ini memberi manfaat kebaikan bagi kita semua, khususnya bagi kemajuan pendidikan di Kutim,” ujarnya baru-baru ini.

Mulyono juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Kutim karena agenda lain yang berlangsung bersamaan. Ia mengaku harus membagi waktu ketat mengingat banyak kegiatan pemerintahan yang harus dihadiri pada hari tersebut.

Pada kesempatan itu, Mulyono turut mengapresiasi kontribusi besar Muhammadiyah terhadap pembangunan pendidikan di Kutim, termasuk hadirnya fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Al-Shifa.

“Mudah-mudahan tidak berhenti sampai di tingkat SMP atau SMA. Semoga ke depan berdiri juga Universitas Muhammadiyah di Kutim,” ucapnya penuh harapan.

Sebelumnya, Pimpinan Pesantren Ar Raihana MBS Putri, Uztazah Naila M Tazkiyyah, melaporkan bahwa talk show ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional. Sehari sebelumnya, telah digelar Lomba Majalah Dinding (Mading) yang diikuti 31 tim dari berbagai jenjang pendidikan.

Untuk tingkat SD mengangkat tema Negara Islam bernuansa Islami, sementara tingkat SMP membahas Daulah-Daulah Islamiyah, mulai dari Khulafa’ur Rasyidin hingga masa akhir Kekhalifahan Utsmaniyah di era Sultan Abdul Hamid II.

Di akhir laporannya, Uztazah Naila menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Kutim, khususnya Disdikbud, terhadap pengembangan Pesantren MBS Putri Kutim. (ADV/ProkopimKutim/IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini