Ketidakstabilan Tegangan Listrik Hambat Kinerja Pabrik Minyak Goreng di Paser
![]()
Inspirasimedia.com,TANA PASER – Ketidakstabilan tegangan listrik menjadi faktor utama yang menghambat pengoperasian optimal perangkat dinamo dan heater di pabrik minyak goreng yang berlokasi di Desa Bukit Seloka, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.
Hal tersebut diketahui setelah tim akademisi dari Universitas Mulawarman Samarinda melalui Fakultas Teknis, dan Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung melakukan pemeriksaan terhadap pabrik sawit tersebut.
“Alat tidak bisa beroperasi maksimal karena tidak stabilnya tegangan listrik,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Paser, Yusuf, Sabtu (6/12/2025).
“Tegangan listrik tidak stabil mengakibatkan dinamo dan heaternya bermasalah,” lanjutnya.
Akibatnya, untuk sementara waktu produk yang dapat dihasilkan dari pabrik tersebut hanya berupa minyak mentah hasil sawit dan juga produk asam tinggi sawit, yang bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar Avtur dan bahan dasar lilin.
Yusuf memaparkan bahwa pabrik minyak goreng di Desa Bukit Seloka telah dibangun pada akhir 2023. Telah dihibahkan ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bukit Seloka.
Pabrik ini dirancang bisa menampung satu ton tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan menghasilkan 200 liter minyak goreng, yang diprediksi dapat produksi mencapai 400 liter per hari.
Desa Bukit Seloka menjadi pilot projek, karena memiliki lahan sawit yang luas dan pihak desa telah berkomitmen untuk mengelola sehingga meyakinkan Pemkab Paser.
Sepanjang 2024 dan 2025, Disperindagkop telah memberikan pendampingan penuh untuk berjalannya pabrik tersebut.
Mulai dari perlengkapan penunjang pabrik hingga pelatihan kepada petugas di desa yang mengoperasikan pabrik minyak ini.
“Total anggaran bangunan dan fasilitas lainnya untuk pabrik ini sekitar Rp1,7 miliar,” tegasnya. (*)



Tinggalkan Balasan