Bankeususdes Swarga Bara Dipantau, 56 RT Jadi Sasaran Monev

Media Redaksi Redaksi
Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti. (Foto: Dok. inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Monitoring dan evaluasi (Monev) Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeususdes) di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dilakukan tim kecamatan dengan menyasar 56 RT. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 September 2026.

Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti mengatakan, tim kecamatan turun langsung ke wilayah masing-masing RT untuk melihat pembangunan infrastruktur dan pengadaan yang menggunakan Bankeususdes.

“Jadi karena itu terkait Bankeususdes itu adalah bantuan keuangan khusus desa yang usulannya dari RT. Semua barang-barang pengadaan dan infrastrukturnya yang dibangun adalah di wilayah kerja RT masing-masing. Jadi makanya pihak kecamatan turun monev itu di wilayah RT,” katanya.

Ia menambahkan, kunjungan dilakukan secara bertahap selama tiga hari. Pada hari pertama, tim mendatangi sekitar delapan RT di Dusun I dan Dusun II.

“Kalau kemarin itu sekitar delapan RT yang didatangi, Dusun I, Dusun II. Nah, hari ini tuh di Perumahan G House dengan Perumahan Lembah Bumi Etam. Besok masuk di Dusun III, Dusun IV, Poros Kabo,” ujar Rulliyanti.

Ia menjelaskan, ada dua hal yang menjadi sasaran Monev, yakni pembangunan infrastruktur dan pengadaan barang yang merupakan usulan dari RT.

Untuk pengadaan, sejumlah RT mengusulkan sound system, tenda dan kursi sebagai sarana pendukung kegiatan di lingkungan RT. Ada juga RT yang mengusulkan alat prasmanan dan kompor untuk menunjang usaha kuliner di wilayahnya.

Selain itu, terdapat pengadaan sarana olahraga di beberapa wilayah. Rulliyanti menyebut Dusun Bumetan dan Panorama memiliki kelompok pickleball yang juga mengusulkan perlengkapan untuk menunjang kegiatan tersebut.

“Jadi mereka juga mengajukan menggunakan dana Bankeususdes untuk alat penunjang seperti raket pickleball, net dan lain sebagainya,” jelasnya.

Pengadaan sarana dan prasarana untuk kegiatan gotong royong juga menjadi salah satu kebutuhan yang diusulkan RT. Menurut Rulliyanti, pengadaan tersebut disesuaikan dengan ketentuan yang tercantum dalam aturan terkait Bankeususdes. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini