Anggaran Menyesuaikan, 10 Posyandu Swarga Bara Tetap Dibiayai

Media Redaksi Redaksi
Sekretaris Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Rulliyanti. (Foto: Dok. inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tetap mengalokasikan pembiayaan untuk operasional Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan transportasi kader pada 2026 meskipun Dana Desa (DD) mengalami penurunan.

Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti mengatakan, pembiayaan tersebut tetap diberikan meskipun kondisi anggaran desa tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau fokusnya untuk kesehatan seperti Posyandu, karena kami merasa bahwa kader Posyandu ataupun Posyandu itu adalah ujung tombak daripada pelayanan kesehatan di bawah,” katanya.

Di Desa Swarga Bara terdapat 10 Posyandu. Menurut Rully, operasional Posyandu serta transportasi bagi kader tetap menjadi bagian dari pembiayaan desa tahun ini.

“Tahun ini tetap diadakan pembiayaan operasional dan juga transport untuk kader Posyandu,” ujar Rulliyanti.

Ia menjelaskan, besaran pembiayaan tidak lagi sama seperti tahun sebelumnya. Penyesuaian dilakukan mengikuti kemampuan anggaran yang tersedia.

Dana Desa Swarga Bara sendiri mengalami perubahan pada 2026. Rully menyebut pada 2025 desa menerima sekitar Rp1,9 miliar, sedangkan tahun ini sekitar Rp373 juta.

“Dana Desa tahun kemarin 2025 itu Rp1,9 miliar sekian. Cuman memang karena 2026 ini memang dari pemerintah pusat ada pengurangan efisiensi anggaran, jadi hanya menerima Rp373 juta,” jelasnya.

Selain Posyandu, operasional lembaga Desa Siaga juga masih diberikan. Namun, nominalnya turut disesuaikan dengan kondisi anggaran.

“Terus ada beberapa kegiatan yang menurut kami untuk lembaga seperti Desa Siaga tetap dibiayai. Namun, mungkin nominalnya sudah tidak tinggi seperti yang tahun sebelumnya. Jadi hanya menyesuaikan anggaran saja,” tuturnya.

Rulliyanti menambahkan, penggunaan Dana Desa pada 2026 juga memiliki fokus pada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penyesuaian penggunaan anggaran desa tahun ini. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini