Sejarah Kutim Mulai Dibukukan, Budaya, Islam hingga Dayak Kenyah Dibahas

Media Redaksi Redaksi
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham (Foto: Dok: inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tengah menyiapkan tiga buku sejarah yang mengangkat budaya dan tradisi, perkembangan Islam serta masyarakat adat Dayak Kenyah Lepok Jalan.

Tiga buku tersebut masing-masing berjudul Kisah-Kisah Dari Kutai Timur yaitu Budaya, Tradisi, dan Kehidupan, Menelusuri Jejak Islam di Bumi Kutai Timur, serta Sejarah Perkembangan Masyarakat Adat Dayak Kenyah Lepok Jalan.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kutim, Ilham mengatakan, penyusunan ketiga buku tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menggali, mendokumentasikan, melestarikan dan memperkenalkan sejarah, budaya, tradisi serta perkembangan kehidupan masyarakat Kutim.

“Ketiga karya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari dokumentasi sejarah daerah sekaligus sumber informasi dan referensi bagi pemerintah daerah, masyarakat, dunia pendidikan dan juga generasi mendatang,” kata Ilham.

Penyusunan buku dilakukan melalui mekanisme swakelola tipe 2 dengan melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Mulawarman.

Menurut Ilham, proses penyusunan juga melibatkan berbagai unsur untuk memperkaya sumber dan perspektif.

Mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, guru, organisasi kebudayaan, pemangku adat, masyarakat adat, ikatan keluarga daerah, komunitas hingga media.

Tiga buku yang disusun mengangkat tema berbeda. Buku sejarah budaya membahas budaya, tradisi dan kehidupan masyarakat Kutim.

Buku sejarah Islam menelusuri perkembangan Islam di Bumi Kutai Timur, sedangkan buku ketiga secara khusus membahas sejarah perkembangan masyarakat adat Dayak Kenyah Lepok Jalan.

“Keberagaman tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif, informasi, data, pengalaman, serta masukan yang beragam sehingga proses penulisan sejarah dapat disusun secara komprehensif dan mencerminkan keragaman sejarah, budaya, agama, adat istiadat, kehidupan masyarakat Kabupaten Kutai Timur,” tuturnya. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini