Dinkes Kutim Waspadai 125 Kasus Malaria, Pembukaan Lahan Jadi Perhatian
![]()
inspirasimedia.com, SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) mencatat 125 kasus positif malaria hingga Agustus 2026.
Kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja Puskesmas, dengan angka tertinggi tercatat di Sandaran, Kaliorang, Sangatta Selatan dan Sangkulirang.
Berdasarkan data Dinkes Kutim, Puskesmas Sandaran mencatat 32 kasus, Kaliorang 25 kasus, Sangatta Selatan 21 kasus dan Sangkulirang 13 kasus. Kasus juga ditemukan di sejumlah wilayah lainnya.
Kepala Dinkes Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, malaria yang sebelumnya banyak ditemukan di wilayah seperti Sandaran dan Sangkulirang kini juga meningkat di Sangatta Selatan.
Menurutnya, aktivitas pembukaan lahan perlu menjadi perhatian karena dapat membuat nyamuk berpindah dan meningkatkan risiko masyarakat di sekitar lokasi terkena gigitan.
“Kalau ada pembukaan lahan, sawit misalnya atau memang hutan yang dibuka untuk perumahan, apalagi itu kan pasti nyamuknya lari semua dan orang yang di situ tadi akan tergigit,” katanya.
Dinkes mengimbau masyarakat, kelompok tani maupun perusahaan yang melakukan pembukaan lahan agar berkoordinasi dengan Puskesmas setempat.
Langkah tersebut diperlukan agar petugas dapat melakukan pemeriksaan, termasuk pengambilan sampel darah untuk mendeteksi malaria.
Jika ditemukan kasus positif, pasien akan mendapatkan pengobatan sekaligus langkah pencegahan, termasuk pemberian kelambu berinsektisida.
Yuwana juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap malaria sebagai penyakit ringan. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles yang membawa parasit malaria.
Salah satu kondisi berbahaya adalah malaria serebral ketika infeksi menyerang otak dan dapat menyebabkan kematian.
“Kalau sudah menyerang otak ya akhirnya pasiennya bisa meninggal,” tuturnya. (Ls/ADV)



Tinggalkan Balasan