Festival Lom Plai, Sekerat hingga Erau Bakal Masuk Buku, Ini Alasan Disdikbud Kutim
![]()
inspirasimedia.com, SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) ingin berbagai kegiatan sejarah dan budaya di daerah ini tidak hanya selesai setelah acara digelar.
Sejumlah kegiatan nantinya diharapkan dapat didokumentasikan dalam bentuk buku.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono mengatakan, kegiatan yang berkaitan dengan sejarah maupun event budaya perlu dibukukan.
Menurutnya, dokumentasi dalam bentuk buku akan lebih lengkap dibandingkan hanya poster atau catatan kegiatan.
“Saya memang sangat berharap semua kegiatan-kegiatan yang khususnya terkait dengan sejarah ataupun kegiatan yang bersifat event-event itu dibukukan menjadi sebuah buku. Bukan hanya sekadar poster atau sekadar catatan biasa. Saya ingin semua itu menjadi buku,” katanya.
Ia menyebut beberapa kegiatan yang dapat didokumentasikan, diantaranya Festival Sekerat Nusantara, Festival Lom Plai di Muara Wahau, tradisi Upah di Miau Baru, Erau serta berbagai kegiatan budaya lainnya di Kutim.
Mulyono menuturkan, penyusunan buku nantinya tidak dilakukan begitu saja, tetapi melalui kajian dan melibatkan pihak-pihak terkait.
Ia berharap isi buku benar-benar menggambarkan kondisi sejarah dan budaya yang ada di Kutim.
“Harapan kita buku ini betul-betul terstandar dan betul-betul bisa menceritakan bagaimana kondisi yang sesungguhnya, bagaimana kondisi riil yang ada di Kutai Timur,” katanya.
Buku-buku tersebut juga diharapkan dapat menjadi koleksi museum Kutim. Mulyono menyebut pembangunan museum mulai dilaksanakan tahun ini dan diharapkan beberapa tahun ke depan sudah selesai serta dapat berfungsi.
“Yang terpenting lagi adalah harapan saya nantinya buku-buku ini akan menjadi koleksi museum,” pungkasnya.(La/ADV)



Tinggalkan Balasan