Komunitas Libas Gowes, Lakukan Touring Sangatta -Sangkulirang Jarak Tempuh 115 Kilometer Selama 12 Jam

Loading

Inspirasimedia.com, SANGATTA – Komunitas Sepeda Laler Ijo Bike Adventure Sangatta (LIBAS) terus menunjukan eksistensinya dengan menggelar Tour Sangatta – Sangkulirang (Sakura) Jilid V dengan jarak tempuh 115 Kilometer, Minggu (24/12/2023) lalu.

Komunitas ini hadir untuk memberikan variasi lebih kepada pencinta sepeda di Kutim khusunya Sangatta, sambil menikmati destinasi wisata yg ada di Kutai Timur (Kutim), seperti melintasi Pantai Sekerat, Pantai Jepu Jepu, Tangga Bidadari dan Pantai Marang Kaliorang.

Koordinator Lapangan (Korlap) Goweser Libas, Nasri mengaku gowes ini dilaksanakan dan sudah menjadi agenda tahunan yang dimulai sejak 2019.

pihaknya menyebut ini merupakan tahun ke lima dilaksankan. Start dimulai pada pukul 06.00 pagi dan titik kumpulnya, di Patung Singa, Pos Polisi dan simpang tiga Telkom dan rute ditempuh dengan empat etape.

Rute Pertama, Suhat Soewandi Jalan Poros Bengalon serta Rawa Indah.

Kedua, Penyebrangan Sawit PT Kemilau Indah Nusantara (KIN), Sekurau Atas, Persimpangan Holing Batu Bara PT Darma Henwa dan Desa Sekerat Bengalon.

Etape Ketiga, Pantai Sekerat, Kobexindo Semen Singa Merah, Pantai Jepu-Jepu, Selangkau, Tangga Bidadari dan Pantai Marang, Leo-Leo Kaliorang, penyebrangan PT Indexim, poros SP4, poros SP3, Gunug Banteng dan simpang 4 Kipi Maloy.

Etape keempat. Jalan poros Maloy, Jembatan Sangkulirang.

Jarak tempuh Sangatta – Sangkulirang 115 kilometer dalam waktu 12 jam.

“Kami berangkat dari Sangatta jam 6 pagi dan finis di Jembatan Sangkulirang sekitar jam 18:00 sore,” ungkap Nasri.

Ia mengaku tour Sakura ini dari tahun pertama hingga kini menggunakan dana pribadi yang bersumber dari peserta dan donatur lainnya.

“Iuran peserta inilah nantinya digunakan untuk penyediaan komsumsi, Jersey, rental mobil plus sopirnya selama perjalanan,” tutur Nasri.

Diperjalanan ada beberapa kendala yang dihadapi para goweser seperti bocor ban.

“Untuk sepeda sudah pasti ada ban bocor, sepeda rusak. kalau ban bocor kita langsung ganti ban di tempat, karena peralatan kita selalu bawa. Sepeda kalau tidak memungkinkan untuk diperbaiki, kita turunkan sepeda cadangan yang kita bawa di mobil evakuasi,” sambungnya.

“Selain itu juga kendala di kami paling keram. Kita selalu bawa semprotan dan apabila keramnya parah kita sarankan naik di mobil evakuasi sembari istirahat. Apabila kondisi sudah membaik, maka boleh dilanjutkan di kilometer berikutnya,” terangnya.

Nasri berharap, kdepannya lebih banyak lagi peserta yang ikut dan tentunya support serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kutim yang diharap.

Peserta Sakura ini, tidak hanya dari Sangatta, namun ada juga yang dari Kaliorang dan Sangkulirang. “mereka menunggu di Pantai Sekerat Bengalon sana, nanti ketemuan di situ, baru lanjut sepedaan sama-sama sampai Sangkulirang. Untuk komsumsi makan dan tempat tinggal di Sangkulirang, semuanya diserahkan kepada teman yg ada di Sangkulirang, dia yg atur,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini