MTs Insan Cendekia Kutim melaksanakan AM Pengganti dari UAMBN dan UN
![]()
Inspirasimedia.com, SANGATTA – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Insan Cendikia Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melaksanakan Assesmen Madrasah (AM) bagi peserta didik kelas IX tahun 2024. Pelaksanaan asesmen itu dimulai pada Senin 22 hingga 30 April 2024.
Assesmen adalah pengganti dari Ujian Akhir Madrasyah Berstandar Nasional (UAMBN) dan ujian nasional (UN). Tujuan Assesmen Madrasah agar dapat mengetahui dan mengukur kemajuan belajar para peserta didik. Jadi kegiatan pengumpulan dan pengelolaan data dan informasi.
“Assesmen istilah ujian akhir madrasah, dulu kan UAN/UN cuman assesmen kali ini yang membuat soal itu kita sendiri. Bedanya dengan ujian sebelumnya kalau dulu ujiannya soalnya dari pusat kalau sekarang kan tidak. sekarang kita sendiri yang buat soal karena kami yang mengetahui kemampuan siswa,” ujar Tutut Yuniawati ketua panitia AM MTs Insan Cendikia Kutim.

Menurutnya, saat sekarang ini lebih dipusatkan ke sekolah masing-masing, sebab yang mengetahui karakteristik siswa-siswi adalah pihak sekolah. Ketika semuanya dipusatkan pada skala ujian nasional yang memang notabenenya ditentukan oleh pusat, sekolah yang di daerah belum tentu mampu dikarenakan banyak hal mungkin seperti fasilitas yang belum memadai di sekolah-sekolah daerah yang lain.
“Sekarang itu lebih terpusat ke sekolah yang memberikan karena kita yang tahu karakteristik murid kita, kalau skala ujian nasional itu skala pusat dan belum tentu mampu yang ada di daerah jadi ini AM semua peserta didik yang mengelola itu,” kata Tutut.
Sementara itu, Sekretaris Panitia asesmen MTs Insan Cendikia Kutim Jannah Oktavia Wulandari menambahkan, bahwa asesmen ini merupakan penilaian kognitif para peserta didik, meskipun demikian adapula assesmen minat dan bakat ini lebih kepada penilaian psikomotorik.
Bagi Jannah, ini sangat membantu dan memudahkan para siswa/siswi ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena berawal dari AM siswa-siswi sudah bisa mengetahui kemauannya atau minat dan bakatnya kedepan.
“Apabila ada ujian minat bakat tadi sangat membantu dan memudahkan sekali dalam penjurusan baik itu di SMA nya maupun SMK nya, kemudian kuliahnya juga. nanti akan dipermudah itu assesmen minat dan bakat,” pungkasnya.
Harapannya sebagai guru, semoga anak-anak bisa lulus dengan baik serta mendapatkan sekolah lebih tinggi, sesuai dengan harapan mereka sendiri dengan assesmen tersebut.
Wakil Kepala Madrasyah (Wakamad) bagian kurikulum MTs Insan Cendikia Kutim Serly Wahyuni juga menyebutkan bahwa dalam AM ini semua Mata Pelajaran (Mapel) di Assesmen kan. Namun, khusus sekolah madrasah sudah 14 mapel.
“Karena kita lebih dominan di agamanya, jadi itu terpecah kalau di umum cuman pendidikan agama islam, di madrasah itu ada Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Alquran dan hadist, fiqih, Bahasa Arab, Akidah akhlak, jadi lebih terpecah dan terperinci,” ungkapnya saat diwawancarai awak media, Kamis (25/4/2024).
Sebagai informasi, sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan dirjen Pendidikan islam nomor 723 tahun 2024 mengenai SOP penyelenggaraan Assesmen Madrasah (AM), Menyiapkan;
1. Surat Keputusan SK
2. Denah Ruang
3. Ujian Soal
4. Standar Ruangan Maksimal 20 Orang Peserta Didik



Tinggalkan Balasan