Pelatihan Pembuatan MOL & Pestisida Nabati, PAMA Kembangkan Konsep Pertanian Ramah Lingkungan di Kutai Timur
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Dalam upaya mendorong keberlanjutan dan meningkatkan kualitas serta efisiensi penggunaan produk pertanian ramah lingkungan, PT Pamapersada Nusantara melalui mitranya Yayasan Dharma Bhakti Astra, Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Banua Etam (DBA-LPB PBE) kembali mengadakan program Pelatihan Pembuatan MOL dan Pestisida Nabati.
Program ini diadakan pada Rabu, 24 Juli 2024, dan dihadiri oleh 11 petani dari area pembinaan Sangatta dan Bengalon.
Kebutuhan akan bahan organik tanah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan selama proses budidaya pertanian. Bahan organik berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah, menjaga struktur tanah agar lebih baik dalam menahan air dan nutrisi, serta menjadi indikator aktivitas mikroorganisme yang berperan dalam proses dekomposisi.

Ketidaktersediaan hara organik yang cukup dapat menghambat penyediaan hara bagi tanaman. Oleh karena itu, petani perlu secara sadar membangun kapasitas untuk menjamin ketersediaan bahan organik pada lahan budidaya mereka.
Instruktur sekaligus dosen Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur, Ramlah memberikan pembekalan kepada petani mengenai material dan proses produksi pembuatan produk ramah lingkungan untuk pertanian. “Bahan-bahan yang perlu disiapkan sangat sederhana, hanya saja tahapan pembuatannya harus diperhatikan, terutama proses fermentasinya agar berjalan dengan baik,” ujar Ramlah.
Dalam pelatihan ini, bahan yang digunakan meliputi tapai singkong, sisa limbah cabai dan ikan sisa. Bahan-bahan tersebut kemudian diproses menjadi MOL tapai, pestisida nabati cabai dan asam amino pertanian.
CSR PT Pamapersada Nusantara KPC Coal Mining Project, I Pardede menyampaikan bahwa timnya berupaya mengajak petani untuk berdaya dalam proses budidaya pertanian. “Harapannya, program ini bisa membangun kebiasaan baik di kalangan petani untuk menyediakan kebutuhan bahan-bahan dalam kegiatan usahanya secara mandiri dan ikut berdampak positif memelihara tanah dan lingkungan di sekitar lahan pertanian mereka,” ujar Pardede.
Produk-produk yang dibuat dalam pelatihan ini nantinya akan diujicoba penggunaannya oleh para peserta. Dampak terukur dari pengaplikasian produk akan dijadikan bahan evaluasi untuk mengajak lebih banyak petani menggunakan metode yang sama dalam upaya pengendalian hama dan menjaga kesuburan tanah.
Inisiatif ini bukan hanya memberikan solusi praktis dalam budidaya pertanian, tetapi juga membentuk mindset petani untuk lebih mandiri dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Dengan penerapan metode ramah lingkungan ini, diharapkan produktivitas pertanian akan meningkat tanpa mengorbankan keseimbangan ekosistem.
PT Pamapersada Nusantara, Yayasan Dharma Bhakti Astra, dan Lembaga Pengembangan Bisnis Pama Banua Etam berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal menuju pertanian berkelanjutan di Kutai Timur dan sekitarnya. (*)



Tinggalkan Balasan