Realisasi APBD Kutim 2024 Baru 30 Persen, Infrastruktur Jadi Kendala Utama

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadapi tantangan besar dalam merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024. Hingga menjelang akhir tahun, serapan anggaran baru mencapai sekitar 30 persen. Sekretaris Daerah Kutim, Rizali Hadi, mengungkapkan bahwa lambannya pelaksanaan program pembangunan, terutama di sektor infrastruktur, menjadi kendala utama.

“Kami tidak menargetkan angka tertentu untuk realisasi APBD, tetapi kami terus mendorong setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar memaksimalkan pelaksanaan program sesuai rencana,” ujar Rizali.

Upaya percepatan realisasi anggaran dilakukan melalui rapat pimpinan dan evaluasi berkala. Namun, Rizali mengakui bahwa kebutuhan infrastruktur Kutim masih sangat besar, meski APBD tahun ini mencapai hampir Rp15 triliun.

“Kutim memiliki jaringan jalan yang sangat panjang, dan banyak yang memerlukan perbaikan atau peningkatan. Dengan anggaran yang ada, tetap sulit untuk memenuhi semua kebutuhan infrastruktur ini,” jelasnya.

Selain tantangan infrastruktur, Rizali juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam pelaksanaan proyek oleh SKPD. Ia menegaskan bahwa setiap program pembangunan harus diselesaikan sesuai dengan progres dan target yang ditetapkan, untuk mencegah anggaran mengendap.

“Yang penting sekarang adalah bagaimana SKPD bekerja lebih optimal. Kita akan evaluasi hasil akhirnya, tetapi semua program harus berjalan sesuai target,” tegas Rizali.

Ia berharap dengan evaluasi yang terus dilakukan, serapan anggaran dapat meningkat signifikan sebelum akhir tahun. Rizali juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga untuk mendukung perekonomian daerah secara keseluruhan.

“Pembangunan infrastruktur adalah prioritas utama. Jika ini berjalan baik, dampaknya akan sangat besar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, pemerintah daerah Kutim optimistis dapat memperbaiki kinerja serapan anggaran dengan terus memperkuat koordinasi dan evaluasi, sehingga program pembangunan dapat terealisasi secara maksimal. (ky/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini