Menanti Akhir Perjalanan Honorer, Seleksi PPPK Jadi Penentu Nasib 1,7 Juta Pegawai

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, JAKARTA – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menargetkan penataan tenaga non-Aparatur Sipil Negara (ASN) atau honorer selesai pada Desember 2024.

Salah satu strategi utama yang ditempuh adalah pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I dan II.

Menteri PANRB, Rini Widyanti, menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan penataan tenaga non-ASN secara tuntas. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), terdapat 1,7 juta tenaga non-ASN yang tercatat hingga saat ini.

“Kami akan berupaya agar mereka semua lulus seleksi karena sudah masuk dalam data BKN. Namun, jumlah usulan formasi dari pemerintah daerah masih kurang dari total yang terdata,” ujar Rini saat ditemui di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta Pusat, seperti dikutip detik.com, Jumat (6/12/2024).

Rini menyebutkan bahwa salah satu kendala utama adalah kurangnya jumlah usulan formasi dari pemerintah daerah. Hal ini membuat Kementerian PANRB harus mencari solusi alternatif, termasuk kemungkinan penempatan tenaga honorer dalam sistem kerja paruh waktu.

“Kami tidak bisa memaksakan daerah untuk mengusulkan formasi di luar kebutuhan yang mereka ajukan. Namun, kami tetap mencari cara agar proses ini dapat selesai sesuai target,” tambahnya.

Rini juga mengungkapkan bahwa jumlah 1,7 juta tenaga non-ASN telah disesuaikan, mencakup data tenaga yang telah mendapatkan pekerjaan baru atau meninggal dunia.

Jika di luar data tersebut masih ada tenaga honorer yang aktif, mereka akan diberi kesempatan melalui seleksi PPPK jalur umum.

Plt. Kepala BKN, Haryomo Dwi Putranto mengatakan seleksi PPPK tahap pertama telah dimulai pada 1 Oktober 2024. Tahap kedua direncanakan berlangsung pada awal 2025.

“Seleksi PPPK tahun ini baru satu kali. Nanti akan ada seleksi lagi di tahun 2025, tetapi tanggalnya belum ditentukan,” kata Haryomo.

Pada tahun anggaran 2024, pemerintah menetapkan 1.031.554 formasi yang diprioritaskan untuk tenaga pendidikan, kesehatan, dan teknis lainnya, baik di instansi pusat maupun daerah.

Dengan strategi ini, Kementerian PANRB optimistis dapat menyelesaikan penataan tenaga non-ASN tepat waktu. Rini menegaskan bahwa komitmen ini bertujuan untuk memberikan kepastian kerja bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.

“Kami ingin memastikan tenaga non-ASN ini mendapatkan solusi yang layak, baik melalui seleksi PPPK maupun jalur alternatif lainnya,” pungkasnya. (Krusial/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini