Bupati Kutim Ajak PIKP Siapkan Era Pascatambang dengan Sektor Baru
![]()
INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Persatuan Istri Karyawan Pama (PIKP) PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur (Kutim) menandai usia ke-19 dengan perayaan meriah di Gedung Serba Guna (GSG) Sangatta, Bukit Pelangi.
Acara tersebut menampilkan ragam seni budaya yang memukau, mulai dari tarian tradisional Dayak, Melayu, Selayang Pandang, hingga tarian Horbo Paung khas Sumatera Utara.
Tak ketinggalan, kesenian rebana turut menghidupkan suasana perayaan.
Ketua PIKP Kutim, Suci Zulkarnaen menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung perjalanan PIKP.
Ia menyoroti pentingnya peran istri sebagai pendamping yang memberikan dukungan moral dan menciptakan harmoni dalam keluarga.
“Sebagai pendamping, kita berperan penting dalam menjaga kesehatan keluarga dan memberi motivasi kepada suami untuk bekerja lebih baik. Keharmonisan ini berkontribusi pada budaya kerja yang produktif,” ujar Suci.
Peran PIKP diakui penting oleh jajaran manajemen PT Pamapersada Nusantara.
Project Manager PAMA Kutim, Arrie H, menegaskan bahwa dukungan istri karyawan melalui PIKP menjadi kunci keberhasilan perusahaan.
“Para istri tidak hanya menjadi pendamping di rumah, tetapi juga pilar yang memberikan dukungan moral dan motivasi, sehingga para suami mampu menjaga keselamatan dan kinerja terbaik di tempat kerja,” katanya.
Senada dengan itu, Honorius S, juga Project Manager PAMA Kutim, menambahkan bahwa keharmonisan keluarga berpengaruh besar terhadap produktivitas perusahaan.
“Sinergi antara keluarga dan perusahaan membuktikan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari kebahagiaan keluarga karyawan,” ujarnya.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman turut hadir memberikan apresiasi kepada PIKP atas kiprahnya selama 19 tahun. Ia menyinggung potensi besar di Kutim yang dapat menjadi peluang bagi para istri karyawan untuk terus berkarya, terutama di sektor perkebunan, peternakan, dan pertanian.
“Ketika era tambang berakhir, kita harus siap dengan sektor lain yang bisa diandalkan. Ibu-ibu memiliki peran penting untuk memastikan Kutim tetap maju dan berkembang,” tegasnya.
Perayaan ini menjadi bukti nyata bagaimana harmoni keluarga dapat berkontribusi langsung terhadap kesuksesan perusahaan.
Tidak hanya menjadi ruang berkumpul, PIKP hadir sebagai wadah pengembangan diri istri karyawan untuk mendukung keseimbangan antara keluarga dan karier suami. (*)



Tinggalkan Balasan