Kolaborasi untuk UMKM, Pemkab Kutai Timur dan PT PAMA Perkuat Program Berkelanjutan

Loading

INSPIRASIMEDIA.COM, SANGATTA – Dalam upaya memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), LPB PAMA Banua Etam menggelar Workshop UMKM Binaan 2025 pada 30 Januari 2025.

Dengan mengusung tema “Meningkatkan Perekonomian UMKM Kutai Timur dengan Program Berkelanjutan”, acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan UMKM di daerah.

Acara ini dihadiri oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan SETKAB Kutai Timur, Ir. H. Zubair, M.T serta Dept. Head CSR PT Pamapersada Nusantara site KPC Coal Mining Project, Agung Dwi Ananto Jati.

Selain itu, perwakilan dari berbagai instansi terkait seperti Dinas Koperasi & Ekonomi Kreatif UMKM, Dinas Kesehatan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura & Peternakan, Dinas Pariwisata, serta DPMPTSP, KP2KP, dan Bea Cukai Kutai Timur turut hadir.

Tak hanya itu, perwakilan dari tiga kecamatan, yakni Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Bengalon, juga berpartisipasi, bersama dengan seluruh UMKM binaan LPB PAMA Banua Etam.

Workshop ini diawali dengan sambutan dari Koordinator LPB PAMA Banua Etam, Hendra, serta perwakilan PT Pamapersada Nusantara dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

Dalam momen bersejarah ini, dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama antara pemangku kepentingan dan pelaku UMKM.

“Kita berkomitmen untuk terus mendukung UMKM di Kutai Timur agar lebih berkembang dan berdaya saing. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” Koordinator LPB PAMA Banua Etam, ujar Hendra.

Komitmen ini menegaskan sinergi dalam membangun perekonomian Kutai Timur dengan mendorong UMKM di sektor pertanian, peternakan, perikanan air tawar, dan industri rumahan agar lebih berkelanjutan dan kompetitif.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan, LPB PAMA Banua Etam juga menyerahkan sertifikat kelayakan UMKM kepada instruktur yang nantinya akan membimbing dan berbagi pengetahuan dengan pelaku UMKM lain di Kutai Timur.

“Sertifikat ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga tanggung jawab untuk terus mengembangkan dan membimbing UMKM lainnya agar semakin maju,” Dept. Head CSR PT Pamapersada Nusantara site KPC Coal Mining Project, kata Agung Dwi Ananto Jati.

Workshop ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga edukasi. Al Fadli, staf Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi, memberikan sosialisasi terkait Good Manufacturing Practices (GMP).

Standar ini memastikan produk makanan dan minuman UMKM memiliki kualitas yang baik dan sesuai regulasi nasional.

“GMP ini sangat penting karena akan meningkatkan daya saing produk UMKM, baik di pasar lokal maupun nasional. Dengan standar yang baik, UMKM bisa lebih dipercaya oleh konsumen,” jelas Al Fadli.

Selain itu, untuk membantu akses permodalan bagi pelaku usaha, LKM mengadakan sosialisasi Koperasi Simpan Pinjam berbasis syariah.

Program ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi UMKM yang kesulitan mendapatkan modal dengan sistem yang lebih fleksibel dan sesuai prinsip ekonomi syariah.

“Kita ingin UMKM memiliki akses permodalan yang mudah dan sesuai dengan prinsip syariah, sehingga mereka bisa terus berkembang tanpa terjebak dalam sistem pinjaman yang membebani,” ujar perwakilan dari LKM.

Dengan terselenggaranya Workshop UMKM Binaan 2025, diharapkan UMKM Kutai Timur semakin berkembang dan berkontribusi dalam membangun ekonomi daerah melalui program-program berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen semua pihak yang hadir. Harapannya, UMKM di Kutai Timur tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Hendra.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan UMKM diharapkan semakin erat, sehingga ekosistem usaha kecil di Kutai Timur terus tumbuh dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini