Perangkat Belajar PAUD di 3T Kutim Terbatas, Bahan Alam Bisa Jadi Alat Permainan Edukatif

Media Redaksi Redaksi
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, melalui Seksi Kurikulum, Ali Saikhu. (Foto: Dok. inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Ketersediaan perangkat pembelajaran pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berbeda antara wilayah perkotaan dan daerah pedalaman. Di perkotaan, ketersediaan buku maupun Alat Permainan Edukatif (APE) dinilai lebih aman.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, melalui Seksi Kurikulum, Ali Saikhu mengatakan, kondisi berbeda ditemukan ketika melihat satuan pendidikan di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).

“Kalau memang di daerah perkotaan saya kira aman untuk perangkat pembelajaran, misalnya buku, APE, itu aman. Tapi ketika kita berbicara tentang perangkat pembelajaran di daerah 3T, saya temui di sana memang perangkat pembelajarannya kurang,” jelas Ali.

Ia menegaskan, kondisi tersebut pernah ditemuinya ketika melakukan observasi untuk kepentingan tesis di daerah pedalaman.

Dalam observasi tersebut, ia melihat langsung keterbatasan perangkat pembelajaran yang tersedia di satuan pendidikan daerah 3T.

Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menjadi modal bagi guru untuk mengeksplorasi kreativitas dalam pembelajaran.

“Tapi dalam sisi lain itu menjadi modal bagi guru untuk mengeksplor kreativitas mereka,” ujarnya.

Ali menjelaskan salah satu bentuk kreativitas tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia dari alam.

Bahan tersebut dapat digunakan sebagai alat permainan edukatif bagi siswa dalam pembelajaran sehari-hari.

“APE atau alat peraga edukatif bagi siswa itu bisa didapatkan dari bahan loose parts. Bahan loose parts itu ketika bahan yang disediakan oleh alam. Nah, itu bisa dijadikan APE atau alat permainan bagi siswa dalam pembelajaran sehari-hari,” katanya. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini