Bupati Kutim Ingatkan Pancasila Tetap Jadi Pegangan di Era Digital

Media Redaksi Redaksi
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di depan Kantor Bupati Bukit Pelangi. (Foto: Dok. inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengingatkan masyarakat agar tetap memahami dan menjalankan Pancasila di tengah perkembangan era digital dan kehidupan sosial yang semakin terbuka.

Ardiansyah menyebut, perkembangan teknologi membuat berbagai informasi semakin mudah diakses, termasuk ideologi lain.

Karena itu, ia mengingatkan agar keterbukaan tersebut tidak mengganggu persatuan.

“Semua apa yang kita lakukan sekarang ini, baik itu era digital, kehidupan sosial yang begitu berkembang, tetap ya, ideologi bangsa itu harus kita miliki dengan baik. Harus kita laksanakan dengan baik, harus kita perhatikan dengan baik,” kata Ardiansyah usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila.

Ia mengatakan, peristiwa pada 1965 merupakan peristiwa yang kelam dan menodai sejarah perjuangan bangsa, proklamasi, serta perjalanan negara.

Saat itu, kata dia, terjadi gangguan yang cukup luar biasa, baik dari dalam maupun dari luar.

Namun, dengan kesiapan semua komponen bangsa, terutama tentara yang siap membela keutuhan bangsa, Pancasila tetap berdiri tegak hingga sekarang.

“Bagian yang sangat harus kita berikan penghargaan adalah bahwa 1 Oktober itu tidak bisa kita hilangkan daripada bahwa kita memiliki pemersatu bangsa dalam konsep ideologi yang cukup bagus,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak generasi muda, pelajar, dan seluruh masyarakat untuk memahami serta mendalami Pancasila.

Ia berharap, momentum 1 Oktober dapat memberikan semangat untuk menjalani kehidupan dengan ideologi yang dimiliki bangsa.

“Kita harap momen 1 Oktober itu adalah momen yang memberikan kembali semangat kita untuk hidup secara baik dengan ideologi yang kita miliki,” tambahnya.

Ardiansyah juga menyinggung keterbukaan di era digital. Menurutnya, berbagai ideologi lain kini dapat terlihat.

Meski demikian, masyarakat tetap harus memahami Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

“Karena memang di era digital ini semua serba terbuka. Ya, ideologi-ideologi yang lain pun semua kelihatan ya, tapi tetap kita harus paham kita punya ideologi yang cukup bagus sebagai pemersatu bangsa,” ungkapnya.

Ia berharap, Pancasila tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran generasi muda, mulai dari pelajar hingga seluruh masyarakat.

“Kita harapkan Pancasila ini tetap menjadi bagian daripada proses pembelajaran generasi kita, mulai dari pelajar ya, sampai semua anak-anak bangsa di mana pun mereka berada. Ya, semua kita,” ucapnya.

Di Kutim yang masyarakatnya heterogen, Ardiansyah juga menekankan pentingnya saling menghargai. Ia mengaku bersyukur hingga saat ini tidak terjadi peristiwa yang cukup mencekam di daerah tersebut.

“Justru dengan adanya heterogenitas ini ya, kita saling menghargai satu sama lain dan konsep kita hanya satu, kita bangun Kutai Timur,” pungkasnya. (Ls/ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini