Dokter Spesialis Turun ke Kecamatan, Dinkes Kutim Sesuaikan Layanan dengan Kebutuhan Warga
![]()
inspirasimedia.com, SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjalankan pelayanan kesehatan bergerak dengan mendatangkan dokter spesialis ke sejumlah kecamatan.
Dokter yang dilibatkan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di masing-masing wilayah.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Dalam pelayanan kesehatan bergerak, Dinkes membentuk satu tim yang terdiri dari tenaga kesehatan Dinkes, dokter spesialis, dan tenaga penunjang lainnya.
Tim tersebut kemudian mendatangi kecamatan yang membutuhkan pelayanan.
Yuwana mengatakan, dokter spesialis yang datang disesuaikan dengan pola penyakit di wilayah yang menjadi lokasi pelayanan.
“Misalnya pola penyakit yang di Muara Bengkal yang paling banyak apa, berbeda dengan pola penyakit pasien warga di Karangan,” kata Yuwana.
Dokter yang dilibatkan berasal dari rumah sakit umum daerah maupun rumah sakit swasta. Pelibatan dilakukan secara bergantian dalam pelayanan kesehatan bergerak tersebut.
Kegiatan itu telah dilaksanakan di Sandaran dan Batu Ampar. Selanjutnya, pelayanan kesehatan bergerak juga dilakukan di Karangan.
Kegiatan tersebut sekaligus diintegrasikan dengan cek kesehatan gratis dan pelacakan Tuberkulosis (TBC).
TBC atau tuberkulosis adalah penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Yuwana menyebut pelacakan TBC turut dilakukan karena kasus penyakit tersebut masih tinggi.
“Selain itu, kita integrasikan juga dengan cek kesehatan gratis dan tracking TBC,” ujarnya.
Selain pelayanan kesehatan bergerak, Dinkes juga menjalankan program rutin dari Kementerian Kesehatan. Salah satunya berupa bimbingan teknis (Bimtek) untuk tenaga kesehatan di puskesmas.
Menurut Yuwana, pembaruan pengetahuan bagi tenaga kesehatan perlu terus dilakukan.
“Untuk SDM kita, nakes-nakes di puskesmas itu harus selalu kita update ilmunya,” katanya. (Ls/ADV).



Tinggalkan Balasan