Tak Semua AI Berdampak Negatif, Diskominfo Kutim Siapkan Edukasi Lewat KIM dan LMS
![]()
inspirasimedia.com, SANGATTA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Materi tersebut nantinya dapat diberikan secara bertahap melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) hingga platform pembelajaran yang dikembangkan Diskominfo.
Kepala Diskominfo Kutim, Roni Ronny Bonar H. Siburian mengatakan, AI tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Menurutnya, teknologi tersebut dapat memberikan manfaat sesuai dengan cara penggunaannya.
“AI itu menurut saya juga tidak jelek kok. Tergantung dari kita pemanfaatannya. Kalau digunakan untuk yang positif pasti akan positif,” kata Roni.
Menurut Roni, yang penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan AI.
Edukasi tersebut perlu dilakukan secara bertahap agar masyarakat memiliki gambaran mengenai penggunaan teknologi tersebut.
“Bagaimana kita nanti memberikan sebuah pembelajaran kepada masyarakat untuk memberikan gambaran, Ini loh AI,” ujarnya.
Salah satu jalur yang dapat digunakan adalah KIM yang ada di desa. Saat ini, baru sekitar 31 KIM yang tersedia dari 139 desa di Kutim.
“Kita mencoba untuk sebagai perpanjangan tangan Kominfo untuk bisa memberikan penyampaian informasi-informasi tentang hoaks, tentang pemanfaatan teknologi dan sebagainya,” jelasnya.
Selain melalui KIM, materi mengenai AI juga berpeluang dimasukkan ke dalam modul pembelajaran pada Learning Management System (LMS) atau platform Portal Terpadu Digital Kutai Timur yang dikembangkan Diskominfo. Namun, Roni menyebut penyusunan materi tersebut membutuhkan proses.
Pengembangan materi tersebut juga dapat dilakukan bersama pihak terkait. Roni menyebut Diskominfo saat ini menggandeng Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), sementara ke depan pihak terkait di Samarinda juga dapat dilibatkan dalam penyusunan modul.
“Ini untuk jangka panjang,” tuturnya.
Di tengah efisiensi, Roni mengatakan Diskominfo tetap berupaya melakukan perubahan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pengembangan tersebut menggunakan open source dan subdomain gratis yang dimiliki.
“Saya mencoba untuk bagaimana kita memanfaatkan sebuah momentum bahwa yang namanya efisiensi itu bukan menghambat kita untuk melakukan sebuah perubahan,” tegasnya. (Ls/ADV)



Tinggalkan Balasan