Bukan Sekadar Dilantik, Mahyunadi Titip Tiga Pesan untuk Pengurus Baru LPADKT

Media Redaksi Redaksi
Terlihat di Gedung GSG para pengurus LPDKT dilantik. (Foto: Dok. inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi meminta kepengurusan baru DPC Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADKT) Kutim menjadi penyejuk di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahyunadi saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (DPC LPADKT) Kutim masa bakti 2026-2030, Jumat (2/10/2026).

Ia mengingatkan bahwa pelantikan bukan hanya soal pergantian atau pengukuhan struktur organisasi, tetapi juga penerimaan amanah.

“Pelantikan adalah penerimaan amanah. Setelah dilantik, yang terpenting bukan seragam atau jabatan dalam struktur, tapi apa yang bisa diberikan kepada masyarakat, daerah dan bangsa,” kata Mahyunadi.

Menurutnya, Kutim dihuni masyarakat dengan berbagai suku, agama, bahasa, adat dan latar belakang.

Karena itu, ia meminta LPADKT dapat menjadi organisasi yang ikut menjaga kebersamaan di tengah masyarakat.

Mahyunadi juga meminta LPADKT dapat menjadi fasilitator ketika muncul persoalan di tengah masyarakat.

Menurutnya, tokoh adat dan tokoh masyarakat dapat mengambil peran untuk membantu menyelesaikan persoalan yang terjadi.

“LPADKT harus menjadi rumah besar yang mampu merangkul, bukan membatasi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mahyunadi menyampaikan tiga pesan kepada pengurus yang baru dilantik. Pertama, menjaga persatuan. Kedua, menjaga adat dan budaya. Ketiga, mengambil bagian dalam pembangunan.

Ia mengatakan perkembangan zaman dan teknologi akan terus berjalan. Namun, hal tersebut tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya dan nilai-nilai yang sudah ada.

“Jaga adat dan budaya. Modernisasi boleh, teknologi boleh, tetapi akar dan nilai-nilai budaya yang luhur jangan sampai hilang,” katanya.

Pesan berikutnya berkaitan dengan peran organisasi dalam pembangunan. Mahyunadi meminta LPADKT tidak hanya melihat apa yang dapat diberikan pemerintah kepada organisasi, tetapi juga memikirkan kontribusi yang dapat diberikan kepada Kutim.

Menurutnya, ukuran organisasi yang besar bukan hanya dilihat dari jumlah anggota. Hal yang lebih penting adalah manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

Ia berharap kepengurusan LPADKT periode 2026-2030 dapat menjaga persatuan, menjaga adat dan budaya, serta ikut mengambil bagian dalam pembangunan daerah. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini