Dinkes Kutim Pantau Kualitas Udara Lewat 21 Puskesmas, Ini Kondisi yang Jadi Perhatian
![]()
inspirasimedia.com, SANGATTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memantau kondisi kualitas udara melalui 21 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Pemantauan dilakukan karena kondisi udara masih berubah-ubah dan dapat kembali memburuk ketika asap muncul.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati mengatakan, kualitas udara dipantau berdasarkan beberapa kategori, mulai dari sehat, sedang, tidak sehat, tidak aman, sangat tidak sehat, berbahaya hingga darurat. Pengukuran tersebut mencakup kadar PM2,5 dan PM10.
Perubahan kondisi udara menjadi perhatian karena kualitas udara dapat membaik setelah hujan, tetapi kembali memburuk beberapa hari kemudian.
Kondisi itu juga menjadi dasar dalam menentukan perlindungan terhadap masyarakat, termasuk pemberlakuan kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi anak-anak sekolah.
“Kalau misalnya memang beberapa hari sempat hujan, kemudian kondisinya kualitas udara itu tiap hari kita pantau, aman. Ternyata tiga hari kemudian memburuk lagi, banyak asap lagi. Artinya ini tetap harus kita berlakukan, khususnya untuk usia rentan,” ujar Yuwana.
Kelompok yang perlu mendapat perlindungan meliputi bayi, balita, anak di bawah 12 tahun, ibu hamil, lansia, serta penderita gangguan saluran pernapasan dan kardiovaskuler.
Namun, perlindungan tidak hanya berlaku bagi kelompok tersebut. Jika kualitas udara sudah masuk kategori darurat, seluruh masyarakat diminta berada di dalam rumah.
“Kalau untuk misalnya kondisinya sampai di atas berbahaya, itu darurat. Kalau sudah darurat, jadi tidak hanya usia rentan, semua wajib di dalam rumah,” jelasnya.
Yuwana menuturkan, kondisi tersebut perlu diantisipasi karena El Nino diperkirakan masih berlangsung cukup panjang.
Berdasarkan sosialisasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), El Nino kemungkinan berlangsung hingga akhir tahun, bahkan awal tahun berikutnya.
Di sisi lain, Dinkes Kutim juga memantau kondisi kesehatan masyarakat. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipantau sejak Mei disebut menunjukkan tren kenaikan, terutama pada Agustus dan September.
Untuk menjaga kondisi tubuh, masyarakat diimbau memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Aktivitas di luar rumah juga perlu dihindari ketika kualitas udara sedang kurang sehat. (Ls/Adv)



Tinggalkan Balasan