Dana Kurang Salur Kutim Belum Cair, Bupati: Kita Tunggu sampai Desember
![]()
inspirasimedia.com, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) masih menunggu penyaluran dana kurang salur dari pemerintah pusat.
Pemkab Kutim berharap dana tersebut dapat masuk dalam tiga bulan terakhir 2026.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan, penyaluran dana dari pemerintah pusat dilakukan secara bertahap. Karena itu, pemerintah daerah masih menunggu realisasinya hingga akhir tahun.
“Dana kurang salur, memang di kementerian itu kadang kala mereka bertahap itu sampai kita tunggu nanti sampai Desember,” ujar Ardiansyah.
Ia menyebut, pemerintah daerah mendapat informasi bahwa penyaluran dana tersebut berpeluang masuk dalam tiga bulan terakhir tahun ini.
“Ada informasi mudah-mudahan dalam tiga bulan ini akan masuk seperti itu. Inilah makanya tingkat keberanian kita untuk membuat perubahan plus,” katanya.
Sebelumnya, Pemkab Kutim menyebut alokasi dana kurang salur yang akan masuk dalam APBD Perubahan 2026 sekitar Rp64 miliar. Penyalurannya dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme pemerintah pusat.
Ardiansyah berharap transfer ke daerah, termasuk dana kurang salur, dapat segera disalurkan dalam tiga bulan terakhir tahun ini.
“Yang ingin kita harapkan supaya transfer ke daerah ini sesuai dengan kurang salur ini segera disalurkan kembali ke daerah. Kita berharap ini bisa ada di tiga bulan terakhir ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Mementerian Keuangan, Purbaya menyampaikan pagu TKD 2027 sebesar Rp735 triliun naik dari outlook 2026 sebesar Rp696,9 triliun.
Meliputi DAU Rp415 triliun, Dana Desa Rp77 triliun, DBH Rp63,4 triliun, DAK Nonfisik Rp150,9 triliun, Otonomi Khusus Rp16,8 triliun, DAK Fisik Rp5 triliun, Dana Insentif Fiskal Rp2,3 triliun, dan Dana Keistimewaan DIY Rp1,1 triliun.
Bahkan terbaru, Menteri Keuangan pengganti Purbaya yakni Suahasil Nazara mencatat realisasi penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) tahun anggaran 2026 telah mencapai Rp504,3 triliun hingga akhir Agustus 2026 dari total pagu yang diperbarui menjadi Rp715,34 triliun. (Ls/ADV)



Tinggalkan Balasan