Mahyunadi Ingatkan Aplikasi Atlet Kutim Jangan Mangkrak
![]()
Inspirasimedia.com, SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi mengingatkan aplikasi digitalisasi atlet yang sedang dibuat jangan hanya bagus saat diluncurkan. Data di dalamnya harus terus diisi dan diperbarui.
Hal itu disampaikan Mahyunadi saat menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Aplikasi dan Website serta Pelatihan Digitalisasi Atlet Kutim.
Menurutnya, aplikasi secanggih apa pun tidak akan berguna jika tidak ada orang yang mengurus datanya.
“Setelah aplikasi ini selesai harus jelas siapa yang bertanggung jawab meng-input data. Siapa yang memeriksa. Dan berapa sering data diperbaharui,” kata Mahyunadi.
Ia mengingatkan jangan sampai enam bulan setelah aplikasi diluncurkan, data di dalamnya sudah tidak terurus.
“Jangan sampai aplikasinya bagus ketika diluncurkan. Tetapi enam bulan kemudian, datanya sudah tidak terurus,” ujarnya.
Mahyunadi mengibaratkan kondisi itu seperti halaman rumah. Saat baru dibeli terlihat bagus, tetapi enam bulan kemudian rumput bisa tumbuh tinggi jika tidak dirawat.
Menurutnya, digitalisasi olahraga di Kutim setidaknya harus memegang tiga prinsip, yakni data lengkap, data akurat dan data selalu diperbarui.
Di sisi lain, Mahyunadi mengingatkan teknologi tetap hanya alat. Prestasi atlet tidak otomatis muncul karena adanya aplikasi.
“Prestasi tetap lahir dari latihan, lahir dari disiplin, kerja keras, mental, mental bertanding dan kemampuan untuk terus memperbaiki diri,” katanya.
Ia juga menyinggung kebutuhan sparing partner bagi atlet. Menurutnya, atlet terkadang merasa sudah kuat karena tidak mengetahui kemampuan lawan jika tidak pernah bertanding dengan atlet lain.
Mahyunadi juga meminta sisa anggaran Training Center (TC) di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) digunakan untuk atlet yang memiliki potensi meraih emas.
“Pemerintah dapat menyediakan fasilitas. KONI dapat melakukan pembinaan. Pelatih dapat memberikan ilmu. Tetapi pada akhirnya atlet sendirilah yang menentukan seberapa jauh dia ingin berprestasi,” ujarnya.
Ia berharap, pembinaan yang berjalan konsisten dan didukung data yang baik dapat membantu Kutim menemukan atlet terbaik sejak usia muda. (Ls/ADV).



Tinggalkan Balasan