Bupati Running Fest Disiapkan Berlanjut, Half Marathon 21 Kilometer Masuk Agenda Tahun Depan

Media Redaksi Redaksi
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Dok. inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menyampaikan rencana pelaksanaan Bupati Running Fest kembali digelar tahun depan.

Salah satu agenda yang disiapkan yakni kategori half marathon dengan jarak 21 kilometer.

Ardiansyah juga mengusulkan kepada panitia agar jarak tersebut dapat ditambah menjadi 28 kilometer.

Namun, keputusan terkait jarak itu nantinya diserahkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim dan panitia.

“Jadi untuk yang half marathon itu sudah masuk dalam agenda tahun depan 21 kilo. Tapi saya mencoba untuk menawarkan ke panitia kalau bisa ditambah sedikit saja menjadi 28,” kata Ardiansyah saat wartawan melakukan wawancara cegat, Minggu (27/9/2026).

Ia menjelaskan, marathon memiliki jarak 42 kilometer, sedangkan half marathon 21 kilometer. Usulan penambahan jarak tersebut disesuaikan dengan usia Kutai Timur pada tahun depan.

“Meskipun sebenarnya kalau marathon itu kan 42 kilo ya. Nah, 21 half marathonnya. Tapi kita coba tambah sesuai dengan usia Kutai Timur tahun depan. Itu saja. Tapi nanti kita serahkan ke Dispora dan panitia nantinya,” ujarnya.

Selain kategori untuk peserta dewasa, Bupati Running Fest juga akan tetap melibatkan anak-anak. Pada pelaksanaan sebelumnya, Kids Dash Run digelar untuk anak usia 5 sampai 8 tahun.

“Kemarin sudah dilaksanakan usia 5 sampai 8 tahun. Ya, itu juga akan jadi agenda rutin juga kita setiap tahun,” jelasnya.

Ardiansyah menuturkan, olahraga lari kini semakin digemari masyarakat. Aktivitas tersebut dilakukan tidak hanya pada pagi hari, tetapi juga malam hari, termasuk dengan menempuh rute antardaerah.

“Runners sekarang ini sudah bukan merupakan olahraga yang ditakuti, bahkan justru digemari. Jangankan pagi, malam pun mereka lari gitu ya. Bahkan larinya dari satu daerah ke daerah lain,” tambahnya.

Ia mencontohkan pengalamannya berpapasan dengan seorang pelari yang bergerak dari Bontang menuju Sangatta sekitar pukul 04.00 Wita.

“Saya pernah berpapasan jam 4 subuh itu dari Bontang ke Sangatta. Itu luar biasa,” tutur Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, minat terhadap olahraga lari juga terlihat di Kutai Timur. Karena itu, kegiatan lari akan terus diberikan ruang melalui agenda rutin setiap tahun.

“Jadi, sekarang sudah menjadi maniak bagi para-para pelari ya di Indonesia, termasuk juga Kutai Timur. Makanya kita berikan kesempatan arenanya ya untuk agenda-agenda rutin setiap tahunnya,” pungkasnya. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini