Transisi PAUD ke SD di Kutim Tak Hanya Soal Calistung, Kesiapan Mental Anak Jadi Perhatian

Media Redaksi Redaksi
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, melalui Seksi Kurikulum, Ali Saikhu. (Foto: Dok. inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Peralihan anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju Sekolah Dasar (SD) tidak hanya dipersiapkan melalui kemampuan membaca, menulis dan berhitung atau Membaca Menulis dan Berhitung (Calistung).

Kesiapan anak mengikuti lingkungan belajar di jenjang berikutnya juga menjadi bagian yang diperhatikan.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutai Timur (Kutim), Heri Purwanto, melalui Seksi Kurikulum, Ali Saikhu menjelaskan, masa transisi PAUD ke SD perlu memperhatikan kesiapan anak, bukan hanya kemampuan akademik.

“Jadi kalau untuk transisi PAUD ke SD, kita sudah ada persiapan. Tidak hanya calistung, tapi bagaimana kesiapan mental anak,” jelas Ali.

Menurut dia, pembelajaran yang terlalu menekankan calistung sejak usia dini perlu diperhatikan cara penerapannya.

Ia menyampaikan adanya penelitian yang menjadi salah satu dasar pembahasan mengenai pembelajaran calistung pada anak usia dini.

“Kalau Calistung secara frontal, secara intensif di usia 0 sampai 6 tahun, itu ada penelitian yang mengatakan nanti di kelas empat SD prestasinya turun,” ujarnya.

Meski demikian, Ali menegaskan Calistung bukan sesuatu yang dilarang di PAUD. Yang menjadi perhatian adalah cara penyampaiannya kepada anak.

“Calistung itu tidak dilarang. Tapi bagaimana cara kita mengajarkannya dengan menyenangkan,” katanya.

Karena itu, pembelajaran PAUD tidak diarahkan untuk menjadikan anak sekadar mampu membaca, menulis dan berhitung sebelum masuk SD.

Kesiapan anak menghadapi lingkungan sekolah baru juga menjadi bagian dari proses tersebut.

Ali Menuturkan, guru perlu memahami cara memberikan pembelajaran yang sesuai dengan usia anak agar proses transisi menuju SD tetap berjalan dengan menyenangkan. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini