Pasar Subuh Ditertibkan, Pedagang: Kami Siap Ditata, Asal Tidak Dipindah

(Foto: Istimewa)

Loading

SAMARINDA — Suasana pagi di Gang 3 Jalan Yos Sudarso, Jumat (9/5/2025), mendadak memanas. Aparat gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, serta sejumlah instansi terkait mendatangi lokasi Pasar Subuh untuk melakukan penertiban.

Namun, bukannya berjalan mulus, operasi justru disambut penolakan dari para pedagang.

Sejumlah pedagang yang selama ini menggelar dagangan sejak dini hari terlihat menghadang petugas. Kericuhan pun sempat terjadi ketika aparat mulai membongkar lapak-lapak yang berdiri di sepanjang gang tersebut.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Subuh, Abdussalam, mengaku kecewa dengan cara penertiban yang dilakukan. Ia menyebut tidak pernah ada sosialisasi yang benar-benar melibatkan para pedagang secara menyeluruh.

“Undangan hanya diberikan ke Paguyuban, kalau untuk bertemu sosialisasi sementara ini belum,” ujar Abdussalam saat ditanya sesaat sebelum penertiban dimulai.

Abdussalam menyampaikan bahwa pedagang sebenarnya tidak menolak jika memang ingin ditata, sebagaimana maksud dan tujuan yang kerap digaungkan pemerintah kota menggusur Pasar Subuh untuk menata kota.

Hanya saja kata dia, mereka berharap tidak dipindahkan dari lokasi yang telah puluhan tahun menjadi tempat mereka menggantungkan hidup.

“Kami ini orang kecil, tentu khawatir. Apalagi pembeli di sini banyak dari etnis Tionghoa. Kalau lihat ada keributan, mereka takut. Harapan kami, asal tidak dipindah, kami siap ditata,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa langkah penertiban telah melalui proses panjang.

Perempuan dengan sapaan Yama itu menyebutkan bahwa area Pasar Subuh bukanlah zona resmi perdagangan, dan sebagian lahan merupakan milik pribadi yang sejak 2014 telah mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk ditertibkan.

“Sudah sejak 2023 kami berkomunikasi dengan para pedagang. Bahkan pembangunan lokasi relokasi di Pasar Beluluq Lingau, Jalan PM Noor, juga sudah kami siapkan. Banyak pedagang yang sudah ambil undian kios di sana,” jelas Yama.

Ia juga menambahkan bahwa sekitar 50 persen pedagang telah menerima undian kios untuk pindah ke lokasi baru, namun sisanya masih menolak.

Meski sempat terjadi kericuhan, penertiban tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi pasar di dalam gang tersebut saat ini dalam proses pembersihan.

“Perubahan memang tidak mudah. Tapi hari ini adalah eksekusi terakhir, karena kami merasa langkah-langkah persuasif sudah dilakukan. Tujuannya agar para pedagang punya tempat yang lebih layak dan sesuai aturan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini