Pemkot Samarinda Ubah Perspektif Penanganan Bencana Alam

Media Media

Loading

Inspirasimedia.com,SAMARINDA – Berbagai bencana besar yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengkaji kembali pendekatan dalam memahami dan mengatasi ancaman bencana alam.

Hal ini menjadi perhatian serius mengingat Samarinda masih termasuk wilayah yang kerap dilanda banjir ketika hujan lebat turun, ditambah ancaman tanah longsor yang mengintai.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH), menyatakan dengan tegas bahwa banjir dan longsor harus dipahami bukan sekadar masalah teknis, tetapi sebagai dampak dari kerusakan keseimbangan alam yang terjadi dalam kurun waktu panjang.

Setelah melakukan peninjauan di Pasar Pagi Samarinda pada Jumat (5/12/2025), AH menyampaikan bahwa solusi teknis seperti memperlebar drainase atau membangun turap bukanlah satu-satunya jalan keluar.

Ia berpendapat bahwa bencana yang terus berulang merupakan wujud nyata dari kerusakan lingkungan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kita bisa berkaca bahwa ini akibat sekian lama karena tangan-tangan yang melakukan kerusakan terhadap keseimbangan alam,” ujar AH.

Sebagai upaya mengubah cara pandang masyarakat, ia sedang merampungkan tulisan ilmiah yang akan mengupas akar masalah bencana secara menyeluruh. Harapannya, masyarakat dapat memahami bahwa upaya mitigasi harus berawal dari kepedulian terhadap kondisi ekologis yang kian memburuk.

AH juga mendesak agar Gubernur segera menggelar Rapat Koordinasi Teknis Kesiapsiagaan Bencana yang mengikutsertakan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Ia menekankan bahwa koordinasi antardaerah sangat mendesak dilakukan, terutama menyikapi peringatan cuaca ekstrem dari BMKG dan pelajaran dari bencana besar yang terjadi di Sumatera.

Andi Harun menginginkan keterlibatan penuh seluruh elemen pentahelix, mencakup pemerintah daerah, TNI dan Polri, BPBD, BNPB, Basarnas, relawan, hingga Dinas Sosial supaya penanganan dapat berlangsung lebih terarah dan menghasilkan output yang maksimal.

Selain itu, Andi Harun juga menghimbau masyarakat yang bermukim di kawasan rawan longsor dan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ia meminta warga menyiapkan langkah-langkah evakuasi mandiri dan turut aktif dalam upaya pencegahan banjir di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

“Mudah-mudahan Pak Gubernur bisa mengumpulkan kita semua,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini