Diplomasi Lapangan di Atas Kapal: Polairud Indonesia-Malaysia Tingkatkan Sinergi Keamanan Maritim
![]()
NUNUKAN – Kerja sama kepolisian perairan Indonesia dan Malaysia kembali diperkuat melalui pertemuan istimewa yang digelar di perairan perbatasan, tepatnya di kawasan Burst Point yang terletak di antara Pulau Sebatik dan Nunukan. Pertemuan berlangsung di atas kapal milik Polis Marin Wilayah 4 Sabah, Malaysia, dan dihadiri jajaran Direktorat Polairud Polda Kalimantan Utara bersama perwakilan otoritas Malaysia.
Kepala Konsulat Republik Indonesia di Tawau, Aris Heru Utomo, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas semangat sinergi lintas batas yang ditunjukkan oleh kedua pihak. Ia menyebut, kerja sama ini menjadi landasan strategis dalam menjaga stabilitas keamanan maritim di wilayah perbatasan.
“Pertemuan ini bukan hanya simbolik, tetapi langkah konkret dalam membangun kepercayaan dan koordinasi yang lebih kuat antar aparat penegak hukum kedua negara,” ujar Aris Heru Utomo.
Dari atas kapal, peserta pertemuan disuguhi pemandangan lintas batas yang kontras namun harmonis, Kota Nunukan di sisi Indonesia dan Pos Batu Putih di wilayah Sabah, Malaysia. Meski gelombang laut dan rumput laut sempat mengganggu posisi kapal, suasana tetap kondusif untuk berdiskusi.
Dalam dialog yang berlangsung produktif tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah rencana kerja sama strategis, di antaranya pemetaan wilayah kerja sama pengawasan perairan, pelaksanaan patroli gabungan secara berkala, pertukaran informasi intelijen maritim, pembentukan mekanisme penegakan hukum bersama dan pelatihan terpadu untuk personel kepolisian laut.
“Sinergi ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan efektivitas pengawasan laut, penanggulangan kejahatan lintas negara, serta perlindungan masyarakat pesisir yang selama ini hidup berdampingan secara sosial dan ekonomi,” tambah Aris.
Sebagai tindak lanjut, akan digelar pertemuan teknis antara kedua instansi guna merinci pelaksanaan program yang telah disepakati.
Hasilnya akan dibawa ke forum Marine Police Border Meeting Indonesia–Malaysia yang dijadwalkan berlangsung Juli 2025 di Kota Kinabalu, Sabah.
Aris menekankan bahwa pertemuan ini merupakan wujud diplomasi lapangan yang berorientasi pada solusi.
“Kami mendukung penuh setiap langkah kolaboratif yang menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan. Ini bukti bahwa diplomasi tidak selalu berlangsung di ruang tertutup tapi bisa juga di atas kapal, di tengah laut,” pungkasnya. (*)



Tinggalkan Balasan