Swalayan 88 Buka Ruang untuk 50 UMKM, Siapkan Rooftop Nongkrong Anak Muda

(Foto: Istimewa)

Loading

SAMARINDA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mengangkat potensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendapat angin segar.

Terbaru, Swalayan 88 membuka ruang seluas-luasnya bagi UMKM lokal untuk masuk dan berkembang bersama pusat perbelanjaan tersebut.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan hal ini usai meninjau langsung kesiapan ruang yang disediakan. Menurutnya, swalayan tersebut telah menyatakan komitmennya untuk menampung sekitar 50 pelaku UMKM lokal di lantai dua dan area depan toko.

“Awalnya saya hanya mendorong masuk satu atau tiga UMKM saja, tapi ternyata pihak Swalayan 88 siap menerima hingga 50 UMKM. Ini luar biasa, dan patut kita apresiasi,” ujar Marnabas.

Lebih menarik lagi, area rooftop juga akan disiapkan sebagai tempat santai yang menawarkan pemandangan Kota Samarinda dari ketinggian, sekaligus menjadi ruang kreatif anak muda.

Meski begitu, Marnabas menegaskan bahwa pemerintah akan membatasi operasional rooftop ini hingga pukul 23.00 WITA untuk menjaga kenyamanan lingkungan sekitar.

“Anak-anak muda bisa nongkrong di atas sana, menikmati suasana Samarinda malam hari. Tapi tentu tetap dalam batas waktu yang wajar,” imbuhnya.

Marnabas menekankan pentingnya peran Dinas Perdagangan (Disdag) dan Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (Diskumi) dalam membina pelaku usaha, baik dari sisi kualitas produk maupun kesiapan manajemen. Ia mengingatkan bahwa UMKM harus bersaing secara sehat, termasuk menjaga mutu produk.

“Kalau jualan keripik pisang, jangan sampai liut. Kualitas itu penting. Diskumi harus bantu bina agar UMKM kita bisa naik kelas,” tegasnya.

Pendaftaran UMKM sendiri nantinya akan melalui proses seleksi yang saat ini masih dibicarakan teknisnya. Data para pelaku UMKM sudah tersedia di dinas terkait, dan penempatan akan menyesuaikan kapasitas serta kualitas produk.

Tak hanya di Swalayan 88, Marnabas menyampaikan bahwa Pemkot juga mendorong pusat-pusat belanja dan ruang publik lainnya agar membuka diri bagi pelaku UMKM.

Hal ini kata dia, sejalan dengan arahan Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang ingin pertumbuhan UMKM menjadi pilar ekonomi rakyat.

“Ketika ini dibuka, minimal dua orang bekerja di setiap UMKM. Kalau 50 UMKM masuk, itu 100 lapangan kerja baru. Kita tidak masalah keluar dana untuk mendukung ini, karena hasilnya akan kembali ke masyarakat,” ungkapnya.

Marnabas juga mengingatkan pentingnya promosi agar masyarakat tahu bahwa UMKM lokal kini hadir di pusat perbelanjaan modern. Ia berharap media juga turut mengangkat geliat ini ke publik.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, Pemkot juga telah menyediakan skema kredit bertuah dari Bankaltimtara tanpa agunan dan tanpa bunga untuk pinjaman di bawah Rp5 juta. Skema ini diharapkan menjadi solusi permodalan bagi UMKM yang baru memulai usaha.

“Promosi itu penting. Kita ingin warga tahu dan ikut bangga dengan produk buatan sendiri,” pungkasnya. (BI/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini