Investasi Karakter Generasi Kutim, Anggota DPRD Usulkan Perluasan Jangkauan Beasiswa Tahfiz
![]()

SANGATTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah proaktif dan progresif untuk memperluas akses dan dukungan pendidikan. Salah satu jenis dukungan yang menjadi perhatian adalah pemberian dan perluasan beasiswa penghafal Al-Qur’an (tahfiz).
Anggota DPRD Kutim, H. Shabaruddin, mengusulkan program beasiswa yang lebih inklusif. Fokus utamanya adalah memberikan beasiswa tahfiz dan memastikan bantuan pendidikan menjangkau seluruh anak Kutim, bahkan yang bersekolah di luar daerah Kutim.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah tidak hanya pada pendidikan umum, tetapi juga pada pembinaan karakter generasi muda melalui ilmu agama. Saat ini, pendidikan karakter menjadi perhatian serius pemerintah, baik tingkat daerah maupun pusat.
H. Shabaruddin mengusulkan beasiswa tahfiz ini akan memberikan bantuan sebesar Rp2.500.000 per tahun bagi setiap pelajar yang mengikuti pendidikan tahfiz atau menghafal Al-Qur’an.
Ia menegaskan, beasiswa ini merupakan bentuk perhatian khusus terhadap pendidikan agama. Dukungan finansial ini diharapkan dapat meringankan beban biaya dan memotivasi lebih banyak anak Kutim untuk menjadi penghafal Al-Qur’an.
Saat ini, beasiswa seringkali terbatas hanya untuk pelajar yang bersekolah di Kutim. Politikus Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Gelora ini mendesak agar batasan lokasi sekolah dicabut. Ia mengusulkan agar beasiswa ini melekat pada anak Kutim, bukan lokasi sekolah yang hanya terbatas dan berada di dalam wilayah administrasi Kutim.
“Kemarin saya usulkan, kalau bisa bukan sekolah Kutim saja,” ujarnya.
Usulan perluasan cakupan beasiswa ini mencakup pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren-pesantren luar daerah, termasuk di Jawa, serta para penghafal Al-Qur’an. H. Shabaruddin menekankan prinsip bahwa hak mendapatkan beasiswa seharusnya melekat pada setiap anak Kutim, terlepas dari lokasi mereka menuntut ilmu.
Prinsip inklusif ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan, dari sekolah hingga perguruan tinggi. Dengan kebijakan yang lebih luas ini, diharapkan lebih banyak pelajar asal Kutim dapat terbantu dalam menempuh pendidikan, termasuk mereka yang fokus belajar di bidang agama, khususnya dengan menjadi seorang tahfiz. (ADV)



Tinggalkan Balasan