Komitmen DPRD Menjamin Realisasi Fisik Tanpa Mengandalkan Utang

Loading

SANGATTA—Anggaran Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) jadi salah satu perhatian publik belakangan ini. Banyak anggota masyarakat yang secara kritis mengawasi penggunaan anggaran Kutim. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim sebagai wakil rakyat secara disiplin menjalankan tugas pengawasan anggaran untuk kepentingan publik. 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Bahcok Riandi, menekankan pentingnya implementasi program pemerintah yang tepat sasaran dan tepat waktu. Penekanan utama adalah pada pelaksanaan anggaran untuk proyek-proyek konstruksi yang harus diselesaikan secara optimal dalam tahun anggaran berjalan. Ini adalah langkah proaktif legislatif untuk memastikan keberlanjutan pembangunan.

Menghindari jeratan utang di masa depan

Salah satu sorotan utama Bahcok Riandi adalah praktik pembiayaan pembangunan. Ia secara spesifik menyampaikan pesan keras mengenai pengelolaan keuangan negara dan menegaskan bahwa praktik pembiayaan melalui utang untuk proyek-proyek fisik harus dihindari, mengingat potensi beban keuangan di masa mendatang.

“Kalau kami dari DPR kami minta jangan sampai itu ada utang lagi,” ujar Bahcok.

Komitmen terhadap disiplin anggaran ini menjadi poin krusial dalam pengawasan yang dilakukan oleh DPR. Diharapkan, setiap kementerian dan lembaga di daerah dapat merencanakan dan melaksanakan program dengan lebih cermat dan efisien, sehingga dana publik benar-benar dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk kepentingan masyarakat.

Ini adalah bentuk pengawasan yang bertujuan memastikan bahwa dana publik tidak digunakan untuk program yang kurang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Transparansi dan akuntabilitas anggaran

Isu serapan anggaran yang kerap menjadi perhatian utama dalam pembahasan APBD di Kutai Timur menjadi fokus kritik Bahcok Riandi. Ia meminta jaminan dari pemerintah daerah mengenai pelaksanaan yang transparan dan akuntabel.

“Program penyerapannya ini yang kami perlu wanti-wanti,” tegas Bahcok dengan nada serius.

Bahcok Riandi menekankan target yang sangat jelas untuk tahun 2025. Ia menyatakan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan fisik harus dapat direalisasikan sepenuhnya tanpa ada sisa yang berarti.

Target ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek strategis lainnya dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Harus bisa terakomodir semua untuk fisiknya di tahun 2025 ini,” ucapnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat kapasitas penyerapan anggaran dan menghindari praktik pembiayaan yang dapat membebani keuangan daerah di masa mendatang, demi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan. (ADV)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini