Bankeususdes Swarga Bara, Pembangunan Infrastruktur Capai 80 Persen

Media Redaksi Redaksi
Sekdes Swarga Bara, Rulliyanti. (Foto: Dok. Inspirasimedia.com)

Loading

inspirasimedia.com, SANGATTA – Pelaksanaan Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeususdes) 2025 di Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), untuk pembangunan infrastruktur telah mencapai sekitar 80 persen.

Sekretaris Desa Swarga Bara, Rulliyanti mengatakan, sejumlah pembangunan infrastruktur dari Bankeususdes sudah dijalankan. Pekerjaan Bankeususdes tersebut di antaranya jalan, drainase, lampu jalan dan infrastruktur lainnya.

“Kalau yang terkait mengenai infrastruktur dari Bankeususdes sejauh ini untuk 2025 itu saya sudah bisa mengatakan mungkin sekitar 80 persen sudah dilaksanakan semua,” kata Rulliyanti saat ditemui ruang kerjanya.

Sementara untuk pengadaan, progresnya sekitar 60 persen. Rulliyanti menjelaskan masih ada beberapa pengadaan yang perlu disesuaikan, terutama terkait spesifikasi barang yang diusulkan oleh Rukun Tetangga (RT).

Ia mencontohkan pengadaan sound system. Usulan tersebut masih perlu disesuaikan dengan spesifikasi barang yang akan dibeli.

“Kadang-kadang usulan RT itu misalnya dia maunya sound system, pengadaan sound system. Tapi kan kami juga perlu tahu spesifikasi yang terbaik yang mana,” ujarnya.

Menurut Rulliyanti, proses pengadaan tidak hanya dilakukan di Sangatta. Apabila spesifikasi barang yang dibutuhkan tidak tersedia, pemerintah desa akan mencari ke luar kota.

“Kalau kami tidak mendapatkan spesifikasi yang ada di Sangatta maka kami akan mencari di luar kota yang spesifikasi yang diinginkan itu masuk dengan yang diusulkan,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan kegiatan, pemerintah desa membagi penanganannya ke dalam dua tim. Bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) menangani pembangunan infrastruktur, sedangkan bagian urusan umum menangani pengadaan.

“Jadi dua tim itu sama-sama jalan. Kalau infrastruktur memang sudah didahulukan duluan,” tambahnya.

Rulliyanti menambahkan, baik pekerjaan infrastruktur maupun pengadaan membutuhkan proses, terutama dalam pemenuhan material dan barang yang sesuai dengan kebutuhan.

“Untuk pekerjaannya karena memang kebutuhan material dan lain sebagainya itu kan enggak bisa sini situ, semuanya butuh proses. Sama dengan pengadaan juga,” ucapnya. (Ls/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini